11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual

Vietnam Temukan Pintu Pesawat yang Hilang

KUALA LUMPUR (Pos Sore) — Tim pencari Vietnam kemarin malam berhasil mendeteksi lokasi yang diduga salah satu pintu jet Boeing 777 milik maskapai Malaysia Airlines yang hilang sejak Sabtu dini hari lalu.

Sementara pihak interpol mencurigai motif lain yang membuat pesawat hilang setelah dua penumpangnya diduga menggunakan paspor curian.

Interpol mengkonfirmasikan pihaknya tahu tentang paspor curian itu. Namun mereka mengakui bahwa tak satu pun pihak berwenang mengecek database tentang dokumen yang dicuri sebelum Boeing 777 lepas landas Sabtu dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan 239 orang di pesawat.

“Pencarian dengan pesawat yang terbang rendah pada Minggu malam berhasil menemukan sebuah obyek yang diduga salah satu pintu pesawat.”

Sekjen Interpol Ronald Noble menyayangkan karena hanya segelintir negara yang melakukan pemeriksaan rutin seperti itu. Lebih dari dua hari setelah pesawat MAS nomor penerbangan MH370 hilang, beberapa menit terakhir sebelum hilang masih menjadi misteri. Boeing 777 hilang kontak dengan menara pengontrol di darat di antara Malaysia dan Vietnam.

Namun pencarian dengan pesawat yang terbang rendah pada Minggu malam berhasil menemukan sebuah obyek yang diduga salah satu pintu pesawat, demikian laporan suratkabar Thanh Nien, menyitir pernyataan Wakil Kastaf AB Vietnam Letjen Vo Van Tuan.

Dua kapal dari kepolisian maritim bergerak menuju lokasi sekitar 90 kilometer selatan Pulau Tho Chi du Teluk Thailand, area yang sama dimana tumpahan minyak juga berhasil dilacak pada Sabtu lalu. “Dari obyek ini, kami berharap akan menemukan pesawat yang hilang,” kata Tuan.

Dugaan sementara, pesawat jatuh dari udara pada ketinggian jelajah di cuaca bagus dan pilot diduga tak dapat atau tak punya waktu untuk mengirimkan sinyal peringatan. Ini adalah kondisi pesawat jatuh yang tidak umum terjadi pada sebuah pesawat modern.

Saat ini pihak berwenang sedang mengecek identitas dua penumpang yang memakai paspor palsu. Sabtu lalu, kemenlu Italia dan Austria mengatakan dua nama warga yang terdaftar pada manifes penerbangan cocok dengan nama dua paspor yang dilaporkan dicuri di Thailand.

“Saya konfirmasikan kami sudah memiliki visual dua orang itu pada kamera CCTV,” ujar Menteri Perhubungan Malaysia Hishammudin Hussein Minggu malam. Pihaknya sedang mempelajari wajah keduanya. “Kami memiliki agen intel di dalam dan luar negeri,” tambahnya.

Pencuri paspor yaitu satu milik warga Austria bernama Christian Kozel dan Luigi Maraldi daei Italia. Paspor curian ini masuk database Interpol setelah dicuri di Thailand pada 2012 dan tahun lalu.

Rekaman pemesanan elektronik menunjukkan tiket satu kali dengan dua nama tersebut dikeluarkan Kamis lalu dari sebuah biro perjalanan di resor Pattaya, timur Thailand.

Ironisnya tak satu pun aparat pemerintah, baik Malaysia atau negara lain yang mengecek paspor dan mencocokkannya dengan database 40 juta paspor curian atau hilang sebelum pesawat naas itu lepas landas.

Karena itu, pimpinan Interpol berharap agar pemerintah dan maskapai dunia dapat belajar dari tragedi itu. Dua penumpang yang memakai paspor curian itu juga mulai terdeteksi.

Seorang operator telepon di hotline KLM yang berbasis di Cina mengkonfirmasikan nama Maraldi dan Kozel telah memesan tiket satu kali pada penerbangan KLM yang sama, terbang dari Beijing ke Amsterdam pada Sabtu. Maraldi akan terbang ke Kopenhagen, Denmark, dan Kozel ke Frankfurt, Jerman.

Kedua orang itu memesan tiket melalui China Southern Airlines. Namun petugas itu tidak punya informasi tentang dimana keduanya membeli tiket itu.

Sebagai pemegang paspor Uni Eropa dengan penerbangan langsung ke Eropa, penumpang tidak butuh visa untuk Cina. Interpol memperingatkan pemegang paspor kini bukan hanya para imigran ilegal, tapi juga pengedar obat bius dan teroris.(yahoo/meidia)

Leave a Comment