POSSORE.ID, Jakarta — Di tengah ritme hidup yang semakin cepat dan padatnya rutinitas, para perempuan profesional Indonesia terus bergerak progresif dalam mengambil kendali atas hidupnya.
Mereka tidak hanya kian lihai mengatur karier, keluarga, dan kehidupan sosialnya, tetapi juga semakin sadar bahwa menjaga kondisi kulit adalah bagian dari tindakan self-control dan self-care di sela-sela aktivitas yang nyaris tanpa jeda.
Melisa Caroline, Senior Brand Manager Vaseline menyampaikan, perempuan profesional yang setiap harinya terpapar oleh faktor pemicu eksternal menjadi lebih rentan mengalami gangguan fungsi skin barrier.
Seperti polusi udara, intensitas sinar UV, tingkat kelembapan udara yang tinggi, rutinitas dalam ruangan ber-AC, hingga perubahan suhu ekstrem.
Mereka memang kini semakin terdorong untuk lebih take control dalam menjaga fungsi skin barrier di tengah berbagai tantangan.
Sayangnya, perlindungan kulit tubuh yang 90% dari total permukaan kulit dan yang paling banyak terpapar oleh pemicu eksternal kerap belum terprioritaskan.
“Ini yang membuat kulit harus bekerja ekstra keras untuk menjaga fungsi skin barrier-nya,” terangnya dalam peluncuran Vaseline Pro Derma yang dikembangkan bersama 300 skin experts dari berbagai belahan dunia.
Kepala Departemen Dermatologi & Venereologi FKUI-RSCM Dr. dr. Windy Keumala Budianti, SpDVE, Subsp.DAI, FINSDV, FAADV, menuturkan, skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang bertindak sebagai ‘benteng pertahanan’.
Skin barrier ini untuk menjaga kelembapan kulit sekaligus melindunginya dari berbagai pemicu eksternal. Sayangnya, indikasi awal kerusakan skin barrier pada kulit tubuh masih sering diabaikan.
Hal ini kemudian bermanifestasi menjadi berbagai masalah yang berbeda pada setiap perempuan profesional, seperti kulit kering kemerahan, kulit kusam, hingga tekstur kulit yang kasar seperti berjerawat.
