20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

UNTRI Harus Lebih Banyak Berikan Praktikum JAKARTA

Jakarta (Pos Sore)– Pembina Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ) Prof Dr Haryono Suyono meminta staf pengajar di Universitas Trilogi (UNTRI)   lebih banyak mengajarkan praktikum  ketimbang mata kuliah teori. Perguruan  yang sebelumnya bernama STEKPI (Sekolah Tinggi Ekonomi Keuangan dan Perbankan Indonesia)  ini perlu mengembangkan program pemberdayaan masyarakat.

“Untuk mendukung program studi itu, Universitas Trilogi juga perlu mengembangkan  Program Studi Telematika, Informatika, serta Sistem Komputer IT yang dibutuhkan dunia modern,” kata Haryono dalam sambutannya  saat memperingati puncak Dies Natalis Perdana Universitas Trilogi di Jakarta, kemarin.Sedangkan untuk membawa hasil produk kepada masyarakat luas, lanjut Haryono,  dikembangkan harus dikembangkan pula  program studi industri kreatif yang mampu  menghasilkan lulusan dengan kemampuan desain produk serta  desain komunikasi  visual untuk menjual gagasan yang menguntungkan rakyat.

Haryono optimis, bila Universitas Trilogi melakukan hal tersebut,  mereka akan menciptakan mahasiswa yang bisa bekerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha. Kolaborasi seperti ini akan membuat masyarakat yang mandiri dan bisa menyatakan
‘’inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya.’’ “Mahasiswa,dosen dan masyarakat akan  bersatu dalam kedamaian,” tambahnya.

Rektor Universitas Trilogi Prof Dr Ir Asep Saefuddin MSc  menyatakan saat ini masih  lemahnya budaya ilmiah, terutama budaya riset dan menulis. Untuk itu Universitas Trilogi melakukan usaha stimulus kepada para dosen untuk terus menghidupkan budaya
menulisnya. Salah satunya, melalui tulisan ilmiah untuk disebarkan ke berbagai media massa  nasional. Bukan hanya untuk dosen saja, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswanya untuk dibiasakan menulis. “Kami selalu mencoba untuk menumbuhkan atmosfer budaya menulis, sehingga nantinya akan menjadi budaya,” ucapnya.

Menurut Asep, sebagai kampus yang baru berdiri satu tahun, Universitas Trilogi  memiliki komitmen pada pengembangan kewirausahaan berbasis pengusaan teknologi  (teknopreneur). Jika ingin menghasilkan lulusan mahasiswa menjadi teknopreneur,  tentunya harus bekerjasama dan mengelola teamwork yang solid serta jejaring yang luas sehingga memiliki kreatifitas dan mampu membangun potensi diri atau kemandirian.”

Usia bukanlah menjadi suatu penghalang, justru inilah momentum bagi kami untuk  melakukan akselerasi. Kami ingin, Universitas Trilogi ini menjadi universitas pertama yang menerapkan kewirausahaan berbasis teknopreneur,” tegas Asep. (junaedi)

 

Leave a Comment