PALEMBANG (Pos Sore) — Pemprov Sumatra Selatan meluncurkan Jejaring Intermediator Teknologi, untuk meningkatkan produk dan karya inovatif dari UMKM dan masyarakat. Sistem pendayagunaan hasil litbang ini penyempurnaan dari sistem inovasi daerah (SIDa).
Alasan diluncurkannya jejaring ini karena selama perjalanan SIDa sejak 2010 hingga 2014, pertumbuhan inovasi melalui pendayagunaan hasil litbang masih lamban.
“Selain itu, pada 2013 ada sebanyak 891 hasil penelitian di Sumsel yang perlu dikembangkan dan disampaikan kepada masyarakat. Untuk mempertemukan penghasil teknologi dengan calon pengguna teknologi, perlu jejaring intermediator teknologi,” jelas Ekowati Retnaningsing, Kepala Badan Litbang dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan.
Di sela Peringatan Puncak Hari Teknologi Nasional ke-19 Tingkat Provinsi Sumsel, di Palembang, Jejaring Intermediator Teknologi Sumatera Selatan ini diresmikan peluncuranya oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, berslogan ‘Iptek untuk Rakyat’.
Untuk memperbanyak jejaring itu, ditumbuhkan dan dilatih tenaga-tenaga intermediator teknologi di seluruh perguruan tinggi dan lembaga litbang yang ada di Sumsel. Pada tahap awal sudah dilatih sebanyak 30 orang.
Tugas para intermediator teknologi ini, kata Ekowati, membuat data based teknologi potensial yang ada di institusinya. Melakukan survai kebutuhan teknologi industri kecil dan UMKM di Sumsel. Selain itu, melakukan link and match untuk mempertemukan teknologi yang ada dengan UMKM yang membutuhkan.
“Selanjutnya mereka akan bekerja sama dengan inkubator teknologi yang ada, untuk mengingkubasi teknologi atau mengingkubasi wirausaha, sehingga dihasilkan wirausaha inovatif,” katanya. (tety)
