22.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

Tak Targetkan Meraup Fulus Edukasi Gali Dan Manfaatkan Potensi Lokal

BANDUNG– Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2014 yang digelar Kementerian Perindustrian selama 4 hari sungguh mengundang antusias pengunjung. Beragam produk unik,sarat kreatifitas tinggi dan berkualitas mampu menyedot perhatian sekitar 10.773 orang.

 “Tidak semua produk yang bisa dipamerkan di sini.Kita seleksi sangat ketat, artinya kita hanya fasilitasi produk yang dipamerkan benar-benar menggali potensi lokal baik dalam penggunaan bahan baku, nilai tambah serta keratifitasnya.”

Pameran yang difokuskan di Harris Convention Festival Citylink Bandung, menurut Sekjen Kementerian Perindustrian,Anshari Bukhari digelar selama empat hari ( 22-25 Mei).

Hanya saja katanya,PPI 2014 tidak ditargetkan meraih nilai transaksi dalam bentuk rupiah,akan tetapi lebih merangsang dan mengedukasi masyarakat dunia usaha terus berkreasi meningkatkan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN) melalui produk yang mereka hasilkan. Sementara masyarakatpun dituntut kesadaran mereka agar lebih mencintai produk dalam negeri dengan membeli hasil karya produksi lokal.

Pantauan di lokasi,hanya di  PPI, masyakarat bisa menemukan, jam tangan bermesin Miyota Jepang, dengan variasi kayu pinus dan mahoni. Sepatu dari serat bambu hingga mobil ofroad produksi kota Garut yang unik dengan Tingkat Kandungan Lokal hingga 85 persen. Termasuk tenun masyarakat pedalaman Badui dengan menyertakan peragaan menenun secara tradisional juga dipajang di PPI.

Menurut Anshari,PPI yang diikuti sekitar 130 perusahaan menjadi ajang memperkenalkan berbagai produk unggulan dan karya inovasi anak bangsa. “Tidak semua produk yang bisa dipamerkan di sini.Kita seleksi sangat ketat, artinya kita hanya fasilitasi produk yang dipamerkan benar-benar menggali potensi lokal baik dalam penggunaan bahan baku, nilai tambah serta keratifitasnya.”

Karena, katanya, produk yang dipamerkan merupakan andalan nasional yang perlu didorong agar mampu bersaing dengan produk impor.  ”Kami berharap, produk unggulan tersebut bisa dikenal luas oleh para buyer potensial.Makanya, kita fasilitasi mereka bisa ikut pameran secara gratis.”
Pengunjung yang datang bukan hanya dari Jakarta, bahkan juga dari Yogyakarta, Lampung, Bali, dan bahkan dari Malaysia, Singapura, Australia dan Jepang.(fitri)

 

 

Leave a Comment