19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual

Stroke, Penyebab Kematian Utama di Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan di tahun 2013 menunjukkan telah terjadi peningkatan prevalensi stroke di Indonesia. Dari 8,3 per 1000 penduduk (per mil) pada 2007 menjadi 12,1 per 1000 penduduk pada 2013.

Prevalensi penyakit stroke tertinggi terjadi di Sulawesi Utara (10,8 per mil), Yogyakarta (10,3 per mil), Bangka Belitung (9,7 per mil), dan DKI Jakarta (9,7 per mil).

Penyakit stroke sendiri kejadian terbanyak dari permasalahan kesehatan otak dan saraf, yang menjadi penyebab kematian utama di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia, yaitu sekitar 15,4%.

“Penyakit tidak menular seperti stroke kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat,” tandas Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, saat memberikan sambutan dalam peresmian RS Pusat Otak Nasional yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta, Senin (14/7).

Prevalensi penderita stroke cenderung lebih tinggi pada masyarakat dengan pendidikan rendah dan masyarakat yang tinggi perkotaan. Ke depan, kata menkes, prevalensi penderita stroke diprediksi akan meningkat menjadi 25-30 per mil.

Menurut menkes, sebagian dari pasien yang mengalami stroke akan berakhir dengan kecacatan. Berdasarkan beberapa penelitian didapatkan tingkat kecacatan stroke mencapai 65%.

Agar terhindar dari penyakit stroke, masyarakat perlu melaksanakan pendekatan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara teratur, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet yang sehat, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres, untuk mencegah terkena penyakit stroke.

Menurut menkes, hal itu penting dilakukan mengingat ada tiga hal utama dalam permasalahan kesehatan otak dan saraf. Pertama, penyakit otak dan saraf dapat menimbulkan kesakitan, angka kecacatan, dan angka kematian tinggi.

Kedua, peningkatan usia harapan hidup berdampak pada proses penuaan organ tubuh termasuk otak dan jaringan saraf.

Ketiga peningkatan masalah kesehatan otak lainnya seperti infeksi saraf akibat HIV/AIDS, trauma kepala, tumor otak, kelainan bawaan, dan lain-lain. (tety)

Leave a Comment