25 C
New York
20/06/2024
Aktual

Sarapan Sehat Sebelum Pukul 9, Tubuh Fit Sepajang Hari

BOGOR (Pos Sore) — Ketua PERGIZI PANGAN Indonesia Prof Dr dr Hardinsyah MS mengingatkan keluarga Indonesia untuk sarapan sebelum pukul 09.00 setiap hari. Jika tidak, efeknya dapat memperlambat kinerja otak. Semangat kerja pun menurun.

Ia menegaskan, ada banyak dampak buruk yang dialami seseorang yang melewatkan sarapan. Tentunya itu berkaitan dengan terganggunya aktivitas sehari-hari.

“Kinerja otak bisa terganggu. Apalagi bagi anak-anak yang masih sekolah, bisa lambat berpikir untuk menerima pelajaran di kelas,” ujarnya di sela kampanye bertajuk ‘Sarapan Sehat Sebelum Jam 9’, yang diadakan Energen – Mayora Nutrition, di GOR Pajajaran, Bogor, Minggu (13/11).

Kegiatan kampanye tersebut juga didukung oleh Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (PERGIZI PANGAN) Indonesia dan dihadiri ratusan warga Kota Bogor.

Ia menambahkan, karena sarapan merupakan sumber energi, jika melewatkannya kita akan lemas atau bahkan pingsan saat beraktivitas. “Pengalaman yang saya temui dari anak SD di Jawa, saat upacara bendera banyak yang pingsan. Itu akibat dari tidak sarapan,” terangnya.

Karenanya, Prof Hardinsyah mengingatkan, agar tiap orang tidak melewatkan sarapan sehat. Baik mulai dari kalangan anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Sarapanlah sebelum pukul 09.00 untuk menghindari dampak buruk yang terjadi pada tubuh.

“Saya mengapresiasi kepada Energen atas kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9, dengan begitu akan banyak keluarga dan masyarakat yang melakukan sarapan sebelum memulai aktivitas,” ujarnya saat menghadiri acara kampanye.

Hardiansyah mengatakan bahwa dengan membiasakan sarapan sebelum memulai aktivitas dapat menjaga tubuh tetap bertenaga dan semangat di pagi hari.

Sementara itu, Marketing Director PT Mayora Indah, Goesnawan mengatakan Energen akan terus berkontribusi dan konsisten mengedukasi masyarskat terkait sarapan sehat.

“Kampanye Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 ini sebagai wujud komitmen serius Energen untuk memerangi masalah kekurangan gizi saat sarapan,” katanya.

Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan tersebut semakin banyak keluarga yang terbiasa sarapan sehat dengan jenis sarapan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak dan vitamin – mineral.

“Energen ini sendiri mengandung susu, telur, sereal dan sigmavit (vitamin dan mineral), kandungan gizi yang dianjurkan,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment