19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual

Saatnya Perempuan Aktif Di Ruang Politik

KUNINGAN (Pos Sore) — Peran aktif dan keterlibatan langsung kaum perempuan dalam kancah politik di tanah air belum mampu menjawab tuntutan kaum perempuan di tanah air. Bahkan dalam kancah merebut ruang politik, dorongan moral yang dilakukan oleh berbagai organisasi perempuan seperti Koalisi Perempuan Indonesia masih harus terus digalakkan agar kaun perempuan mau dan berani bertarung untuk masuk ke ruang-ruang kekuasaan mulai dari kepala desa hingga parlemen (DPR/DPD/DPRD).

Calon anggota legislatif PD dari Kabupaten Kuningan, Tita Andri Restiawati, menilai langkah afirmatif dengan mendorong kuota minimum 30 persen bagi perempuan yang didukung oleh berbagai elemen masyarakat belum berjalan mulus terbukti dari jumlah anggota DPR Perempuan yang hanya 98 orang atau 17,7 persen dari 560 orang.

“Di internal parlemen, Kaukus Perempuan Parlemen juga belum banyak berbuat, bahkan kaukus perempuan nyaris tak terdengar suaranya untuk berbagai persoalan yang dialami oleh perempuan,” katanya.

Tentang demokrasi substansial yang salah satunya dapat diukur dari kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat, caleg DPRD Kabupaten Kuningan dari PD ini menilai masih menjadi momok yang menakutkan sebab semuanya terhenti sampai sebatas janji kampanye jelang pemilu atau pemilukada. Demokrasi yang dicita-citakan oleh banyak kalangan semakin jauh dari impian, dan rakyat kian terjerumus dalam kemiskinan dan krisis yang berkepanjangan.

Meskipun sebagai anggota dari sebuah partai politik besar, namun Tita tidak segan-segan mengkritisi partai politik yang dinilai masih belum optimal melakoni peran-perannya. Bahkan di saat menjelang pemilu dan pemilukada partai politik menjadi salah satu bagian dari praktek politik transaksional. Padahal tanpa disadari, praktik itu bakal menghasilkan krisis yang tidak berkesudahan. Lagi-lagi perempuan hanya menjadi penonton dan belum mampu memperbaikinya.

Perjuangan perempuan untuk masuk ke wilayah politik sebagaimana yang dilakukan oleh berbagai organisasi perempuan dan organisasi masyarakat sipil lainnya seakan menghadapi tembok yang begitu kokoh. Kini saatnya kaum perempuan bangkit dan membangun kekuatan politik alternatif yang lebih kuat untuk mendorong dan menguatkan keterlibatan perempuan dalam gerakan kancah politik nasional. (hasyim)

Leave a Comment