21.8 C
New York
17/06/2026
AktualEkonomi

Saat Beras Harus Tetap Ada di Meja Makan, BULOG Bergerak Menjaga Stabilitas Pangan

POSSORE.ID, Jakarta — Di banyak rumah, urusan pangan sering kali terlihat sederhana. Beras tersedia di dapur, minyak goreng masih tersisa di rak, dan harga kebutuhan pokok belum terlalu memberatkan. Namun di balik situasi yang tampak biasa itu, ada kerja panjang yang terus berjalan diam-diam untuk memastikan semuanya tetap tersedia.

Di gudang-gudang penyimpanan, jalur distribusi, hingga pasar rakyat, ada upaya besar menjaga agar pangan tetap sampai ke masyarakat dengan harga yang terjangkau. Dan di tengah tantangan ketahanan pangan yang terus berubah, Perum BULOG menjadi salah satu pihak yang memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan itu.

Jumat, 29 Mei 2026, suasana hangat Idul Adha terasa di Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta. Di sela kegiatan bersama tenaga pendukung operasional perusahaan, Direktur Utama Perum BULOG,, berbicara mengenai upaya perusahaan dalam mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah.

Menurutnya, keberadaan cadangan pangan tidak boleh hanya tersimpan sebagai stok semata. Yang paling penting adalah bagaimana pangan tersebut benar-benar sampai dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“BULOG terus berupaya mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Upaya itu dilakukan melalui berbagai program, mulai dari penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, hingga penyaluran jagung untuk membantu menjaga stabilitas kebutuhan pakan ternak.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, BULOG telah menyalurkan sekitar 221 ribu ton beras SPHP menggunakan kuota periode sebelumnya. Sementara untuk kuota tahun 2026, realisasi penyaluran sejak Maret hingga akhir Mei telah mencapai sekitar 280 ribu ton dari target 828 ribu ton.

Di sisi lain, program bantuan pangan juga terus dipercepat. Hingga akhir Mei 2026, penyaluran bantuan telah menjangkau hampir setengah dari total 33,3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Jumlah bantuan yang telah tersalurkan mencapai 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton minyak goreng MinyaKita.

Bagi sebagian masyarakat, bantuan itu mungkin hadir dalam bentuk yang sederhana: satu karung beras tambahan di rumah atau minyak goreng yang membantu dapur tetap mengepul. Namun bagi banyak keluarga, bantuan tersebut cukup berarti untuk menjaga kebutuhan pokok tetap terpenuhi di tengah tekanan ekonomi.

Rizal mengatakan pemerintah juga berencana menambah dua alokasi bantuan pangan pada tahun ini untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap aman.

Leave a Comment