Outlook 2026
Memasuki tahun 2026, BSN akan terus berkontribusi terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia sebagai Prioritas Nasional untuk peningkatan daya saing dan perlindungan Masyarakat melalui standardisasi dan penilaian kesesuaian sebagai pilar infrastruktur mutu nasional.
BSN akan memfokuskan kebijakan pada pengendalian mutu barang beredar, perluasan pengakuan dan keberterimaan internasional hasil standardisasi dan penilaian kesesuaian, serta penguatan keterlibatan pihak ketiga.
BSN juga berkontribusi dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden, antara lain melalui penguatan standar dan ketertelusuran di enam bidang.
Yaitu bidang keamanan pangan, pelayanan kesehatan, pertanian dan perikanan, perumahan dan permukiman, serta pendidikan, sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan nasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Beberapa SNI yang menjadi prioritas antara lain tuna ground meat beku, produk katering, ikan patin, susu bubuk kambing, sistem pembangkit energi angin, instalasi nuklir, kelurahan tangguh bencana, serta reklamasi lahan bekas tambang.
Ke depan, lanjutnya, standardisasi tidak hanya menjadi instrumen teknis, tetapi juga fondasi perlindungan masyarakat dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional.
“Dengan arah kebijakan tersebut, kami berharap BSN dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan Indonesia,” tegas Kristianto.
