Catatan menarik lain yang dihimpun BSN adalah dari pengembangan SNI yang mengadopsi standar internasional.
Selain dapat menyelaraskan dengan praktik global, kebijakan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pengguna standar.
“Dari pembelian 7 SNI yang mengadopsi internasional terbanyak sepanjang tahun 2025, masyarakat memperoleh penghematan biaya sebesar Rp 3,7 miliar dibandingkan jika membeli standar internasional secara langsung,” ungkap Kristianto.
Beberapa SNI adopsi tersebut meliputi SNI ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi; SNI ISO/IEC 17025:2017 Persyaratan Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi; SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu;
SNI ISO 19011:2018 Pedoman Audit Sistem Manajemen; SNI ISO 45001:2018 Sistem Manajemen K3; SNI ISO 14001:2015 Sistem Manajemen Lingkungan; serta SNI ISO 22301:2019, Sistem manajemen kelangsungan usaha.
Pada bidang akreditasi, BSN melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) telah melakukan akreditasi terhadap 644 lembaga penilaian kesesuaian.
Sementara itu, di bidang metrologi melalui pengelolaan Standar Nasional Satuan Ukuran, BSN memperoleh sembilan pengakuan internasional baru atas kemampuan pengukuran dan kalibrasi. Hingga akhir 2025, total pengakuan internasional mencapai 164 lingkup.
