Sepanjang 2025, BSN memfasilitasi penerapan SNI kepada 775 UMK dan 52 organisasi, serta mendukung sertifikasi SNI bagi 149 pelaku usaha.
BSN menyelenggarakan Bootcamp SNI Bina UMK secara daring selama satu bulan yang diikuti lebih dari 1.000 UMK dari berbagai daerah.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi dengan 18 kementerian, lembaga, BUMN, dan institusi terkait.
Di tingkat internasional, BSN aktif memperjuangkan kepentingan nasional melalui partisipasi pada forum Technical Barriers to Trade–World Trade Organization (TBT-WTO).
Upaya tersebut bertujuan meminimalkan hambatan teknis perdagangan, khususnya dalam meningkatkan keberterimaan
produk Indonesia di negara tujuan ekspor.
Termasuk untuk produk viscose staple fibres, produk kayu olahan, ban dan tabung kendaraan bermotor, serta baja dan produk turunannya.
Kerja sama bilateral juga diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah Arab Saudi guna meningkatkan akses produk Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, sinergi dengan pemerintah China dilakukan untuk memastikan produk impor yang masuk ke Indonesia memenuhi ketentuan standar yang berlaku.
