Tantangan pertama yaitu pemenuhan kualitas SDM yang paham dan mampu menguasai sistem dan perkembangan teknologi IT untuk mendukung visi dan misi Persami.
Kedua, meningkatkan kemampuan membangun
infrasturktur dan meng-up grade perkembangan teknologi yang semakin pesat berkembang untuk menghadapi urgensi digitalisasi yang begitu besar.
Ketiga meningkatkan penguasaan data yang akan memberi pengaruh terhadap tumbuh
kembang Persami dalam membuat regulasi dan mengambil keputusan.
Keempat, meningkatkan kemampuan dalam penguasaan teknologi berbasis AI dan cloud
computing sebagai navigasi dalam membuat perencanaan dan studi pengembangan
organisasi.
Puteri Wakil Presiden RI XIII ini berharap program ini bisa mengembangkan misi
PERSAMI sebagai wadah bagi para saudagar muslimah Indonesia yang memiliki karakter cendekia, profesional, dan tangguh dalam berbisnis halal berbasis teknologi.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
(BPJPH) Ahmad Haikal Hassan dan Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd.
Hadir pula Direktur DEKS Bank Indonesia (BI) Rifki Ismal, dan Kadin Indonesia Komite Timur Tengah Mohamad Bawazeer.
Sekretaris Jenderal DPP PERSAMI Prof. Dr. Euis Amalia menambahkan sesi workshop menghadirkan pembicara Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan Mardyana Listyowati.
Selain itu, Kepala Bidang Kemitraan UKM – Asisten Deputi Kemitraan dan Perluasan Pasar, Kementerian UMKM Yogia Prihartiny. Emil Edi Dharma (CEO PT Fintek Andalan Solusi Teknologi (FULUSME)-MSN Group, dan Budiman Indrajaya (Direktur Utama PT Urun Bangun
Jaya).
Rakernas dimeriahkan dengan fashion show parade karya anggota PERSAMI yakni, Nina Nugroho, Salwa Tanara, Ryani, Lisa Fitria. Selain itu, pameran UMKM fashion, scraft, skincare, penyedia Jasa, makanan tradisional, kopi, & teh.
