25 C
New York
20/06/2024
Aktual

Potensi Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai US$130 Miliar pada 2030

img_20161103_103302_hdr

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, menjelaskan potensi ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai US$130 miliar pada 2030. Namun, ia mengingatkan, masih banyak tantangan yang harus diselesaikan untuk merealisasi ekonomi digital Indonesia yang berkualitas dan berkeadilan.

“Bahkan dalam rapat di Istana kemarin, Menkeu Sri Mulyani meminta target pertumbuhan yang tinggi dari sektor saya (Kemenkominfo) pada 2018, setelah sektor keuangan dan perbankan,” kata Rudiantara Seminar ‘Mendorong Efisiensi Berkeadilan Industri Telekomunikasi Nasional’, yang diadakan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), di Jakarta, Kamis (3/11).

Menkominfo, menjelaskan, backbone, broadband dan kapasitas jaringan Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain. Dibutuhkan sekitar US$ 12 miliar per tahun untuk meningkatkan kemampuan digital Indonesia secara nasional.

“Jika kemampuan keuangan seluruh operator telekomunikasi di Indonesia digabungkan pun tetap tak akan mampu menutup biaya tersebut. Masih ada gap sebesar US$ 9 miliar,” ujarnya.

Padahal, pertumbuhan industri telekomunikasi nasional ditargetkan harus mencapai double digit pada 2018, sesuai arahan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Kominfo sendiri, katanya, telah merumuskan empat poin untuk mencapai pertumbuhan yang ditargetkan tersebut dengan cara yang paling solutif dan efisien. Yakni konvergensi, interkoneksi, network sharing, dan akses layanan publik dan layanan prima serta menjadi solusi yang paling cepat dan efektif.

Pada akhirnya interkoneksi berangsur-angsur akan hilang. Sebab dengan kemajuan teknologi, operator akan menyasar layanan yang berbasis Internet Protocol (IP).

“Kita semua memasuki era data. Semua beralih ke IP. Coba lihat laporan keuangan operator soal pertumbuhan data,” ucap menteri.

Rudiantara memperkirakan, dalam hitungan tahun ke depan, interkoneksi mengenai sircuit switch sudah akan tergantikan. Layanan berbasis sircuit switch ini menyangkut dengan panggilan telepon dan SMS, sementara layanan berbasis IP misalnya Voice over LTE (VoLTE) hingga panggilan suara dan video berbasis data, seperti di WhatsApp, Line, Skype, dan lainnya.

“Interkoneksi itu tinggal sebentar lagi, hanya dalam hitungan tahun, 5-7 tahun lagi (hilang) karena semua akan beralih ke data,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan nanti pemerintah akan mengatur soal interkoneksi data, Rudiantara mengatakan, untuk saat ini belum perlu mengarah ke sana. “Belum diatur, itu nanti saja,” ujar Rudiantara.

Sebelumnya pemerintah memutuskan untuk menunda penetapan tarif interkoneksi. Penundaan ini dilakukan menyusul rapat internal panjang yang dilakukan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) terkait Dokumen Penawaran Interkoneksi Telkom Group. Penundaan itu memutuskan pemerintah kembali menunda penerapan biaya baru interkoneksi. Operator kembali dikasih waktu untuk menggunakan biaya interkoneksi sebesar Rp204.

Surat bernomor: S-1668/M.KOMINFO/PI.02.04/11/2016 tertanggal 2 November 2016 terkait Penyampaian Penetapan Perubahan DPI Milik Telkom dan Telkomsel Tahun 2016 dan Implementasi Biaya Interkoneksi, ditujukan kepada seluruh operator telekomunikasi terkait, baik Telkom, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, Smart Telecom, Smartfren Telecom, maupun Sampoerna Telekomunikasi dan Batam Bintan Telekomunikasi. (tety)

Leave a Comment