20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

Posdaya Gelar Program 1000 Jamban dan Tanam Kavendish

PACITAN (Pos Sore) — Bantuan stimulan  berupa jamban dan pisang kavendish bagi warga  dapat membebaskan masyarakat  dari pencemaran lingkungan  serta hidup sehat dan menambah nilai perekonomian. Apabila lingkungan masyarakat bersih, harapan hidup akan menjadi lebih panjang. Karena itu masyarakat diharapkan bisa menanam tanaman bergizi di lingkungan rumah.

“Apabila masyarakat mempunyai tanaman bergizi, seperti tomat, bayam, cabe, tomat dan kangkung di halaman rumah, hidupnya akan bahagia dan sejahtera. Mereka bisa memetik tanaman bergizi setiap hari,” demikian ditegaskan Ketua Yayayasan Damandiri,  Haryono Suryono saat peluncuran  bantuan stimulan (jamban keluarga dan kavendish) bagi anggota Posdaya di desa Sobo, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, kemarin.  Bantuan stimulan yang dapat membebaskan masyarakat dari pencemaran lingkungan ini diharapkan Haryono dapat ditiru oleh kabupaten lainnya.

Menurut mantan Menko Kesra / Taskinitu, seluruh  kepala desa, camat dan bupati harus sadar masa akan depan masyarakat yang lebih baik. ‘’Para pejabat atau pemimpin sebaiknya jangan mengatakan ‘wani piro’, namun harus berani mengabdi kepada masyarakat.’’

Dengan adanya program jambanisasi ini, nantinya diharapkan tak akan  ada pencemaran sungai dan buang air besar sembarangan di halaman rumah.  Halaman rumah malah bisa ditanam oleh tanaman bergizi yang bisa dipetik setiap hari. Selain lingkungan jadi segar, hidup masyarakat pun lebih sejahtera.

Bantuan jamban di Kabupaten Pacitan ini, diakui  Haryono  bentuknya hanya pancingan saja. Karena yang mengerjakan semuanya adalah gotong royong seluruh masyarakat.

Banyaknya jamban yang dimiliki sebagian warga Pacitan, terutama warga pelosok dinilai belum standart, bahkan banyak warga yang belum memiliki jamban sendiri. Kondisi ini tentu menjadi salah satu pemicu terjadinya penyakit, sehingga Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Kabupaten Pacitan segera mencari solusi alternatif mengatasi krisis jamban sehat di Pacitan, salah satunya dengan menggelar program 1000 jamban untuk warga Pacitan.

Menurut salah satu pengelola Posdaya Pacitan, Dian Budi Anggraeni, kegiatan jambanisasi ini dibuat berdasarkan data yang diperoleh, bahwa sekitar 13 ribu warga Pacitan tidak memiliki jamban dikarenakan berbagai faktor.

“Prof Haryono Suyono selaku pembina Posdaya kemudian membawa ahli pegiat metode Jamban Murah yang dikenal dengan Katajaga (Kampung Total Jamban Keluarga) bernama Dokter Budi Laksono, kemudian dilanjutkan dengan memberikan bantuan awal pembuatan 1000 jamban dengan estimasi biaya pembuatan 225 ribu per jamban,” jelasnya.

Dian menyampaikan bahwa teknis program jambanisasi tersebut adalah dengan memberikan bantuan closet dan material kepada warga yang sudah terdata dengan pemberian penyuluhan cara pembuatan jamban tersebut. “Selain itu, para penerima tersebut juga akan menerima bibit pisang cavendis kultur jaringan yang kita peroleh atas kerjasama dengan biotrop Bogor tiga sampai lima batang, kemudian kita ajari sekalian cara menanam pisang itu,” ungkapnya.

Program Katajaga ini mendapat apresiasi prositif dari Bupati Pacitan.  Dari 1000 jamban yang sudah diberikan akan segera di- back up agar 12 ribu keluarga lainnya juga mendapatkan jamban, dengan pos dana dari APBD dan CSR terarah. Jika program jambanisasi ini berhasil, Pacitan akan menjadi kabupaten pertama di Developing Countries yang sukses program Katajaga.

Bupati Pacitan Indartato mengatakan,  program jambanisasi dan penanaman pohon pisang cavendish di di Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan ini akan membuat masyarakat lebih sehat dan sejahtera. Masyarakat akan memperhatikan kesehatan, pendidikan dan kegiatan ekonomi dengan gerakan Posdaya.(junaedi)

 

 

Leave a Comment