02/04/2026
AktualNasional

Peta Jalan Transformasi Menuju Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Pertama, kualitas sumber daya manusia yang masih menjadi titik lemah. Dalam ekonomi berbasis pengetahuan, kualitas manusia menjadi faktor utama karena inovasi dan produktivitas sangat bergantung pada kemampuan intelektual dan teknologi.

Kedua, ekosistem inovasi nasional yang masih perlu diperkuat. Sistem inovasi yang baik harus mampu mengintegrasikan berbagai potensi, mulai dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga pemerintah.

Ketiga, perlunya peran aktif dunia usaha dalam mengembangkan inovasi. Menurut Pontjo, inovasi teknologi tidak akan berkembang tanpa keterlibatan sektor bisnis sebagai pengguna sekaligus pengembang hasil riset.

“Transformasi ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada negara. Dunia usaha memiliki peran strategis dalam mengembangkan dan memasarkan hasil inovasi,” jelasnya.

Ia berharap diskusi ini tidak hanya menjadi diskusi intelektual semata, tetapi dapat menghasilkan gagasan konkret yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi Indonesia.

“Transformasi ekonomi adalah jalan penting bagi Indonesia untuk membangun ekonomi yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing,” tutup Pontjo.

Dalam diskusi dengan penanggap Yudi Latif, Ph.D (Ketua Yayasan Dana Darma Pancasila), ini hadir sebagai narasumber yaitu Prof. Ir. Agus Pakpahan, M.S., Ph.D (Rektor Universitas Koperasi Indonesia), dan Dr. Vivi Yulaswati, M.Sc (Deputi Bidang Ekonomi & Transformasi Digital Bappenas).

Selain itu, Prof. Dr. Ir. Anugerah Widiyanto, BSc., M.Eng. (Direktur Kebijakan Ekonomi, Ketenagakerjaan, dan Pengembangan Regional BRIN) dan Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc.,Ph.D (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Leave a Comment