01/02/2026
AktualNasional

Peringati Hari Ibu, ANRI Menerima Arsip Perjalanan Hidup Tokoh Perempuan Dewi Motik Pramono

Untuk menyimpan rekaman kinerja, tentu seseorang memiliki keterbatasan, maksimal bisa berusia 100 tahun. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengabadikan nama adalah arsip.

“Kami mengundang semua tokoh perempuan bersedia menyerahkan arsip pribadinya kepada ANRI. Kami akan menjaganya selama Indonesia ada,” ujar Imam.

Melalui arsip yang tersimpan di ANRI, generasi muda bisa belajar, memperoleh informasi yang mendalam tentang kehebatan para tokoh perempuan Indonesia.

Imam memastikan siapapun bisa menyimpan arsip pribadi yang bersejarah di ANRI, terutama orang-orang yang memiliki peran penting di republik ini. ANRI menyimpan dengan baik fase-fase sejarah, baik itu organisasi, tokoh perorangan dan lainnya.

“Kalau kita belum ada peran, bisa menyimpan sendiri dulu arsip kita. Siapa tahu suatu saat akan menjadi tokoh besar, menjadi menteri, tokoh nasinaol. Tentu arsipnya sangat kita butuhkan,” katanya.

Dewi Motik Pramono mengungkapkan penyerahan arsip pribadi ke lembaga ANRI bertujuan untuk memotivasi pergerakan perempuan di Indonesia.

Dirinya percaya, sejarah itu tidak bisa diulangi lagi. Karena itu, kita perlu mengarsipkannya sebagai masa depan bangsa kita. Semua pekerjaan kita yang baik, sebaiknya didokumentasi.

“Jadi, niat saya di sini, mari kita semua kaum wanita Indonesia yang mempunyai nilai dari apa yang dikerjakan, kita arsipkan sehingga semua orang bisa tahu,” kata Dewi Motik.

Leave a Comment