21.8 C
New York
17/06/2026
AktualDaerahKhazanah

Pererat Silaturahmi IKAC Gelar Program Qurban Akbar: Sembelih 3 Ekor Sapi Super dan Distribusikan 1000 Pax Daging ke Seluruh Desa se-Kecamatan Arjawinangun

POSSORE.ID, CIREBON — Ikatan Keluarga Arjawinangun Cirebon (IKAC) menggelar acara silaturahmi akbar sekaligus pelaksanaan program qurban kemasyarakatan pada Jumat, 29 Mei 2026.

Bertepatan dengan tanggal 12 Dzulhijjah 1447 H, kegiatan berlangsung di Jalan Merdeka, Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Melalui semangat kebersamaan yang tertuang dalam tema “Satu Atap Kekeluargaan Bersama Meluaskan Berkah Qurban”, IKAC sukses melaksanakan kedua kegiatan tersebut dalam satu waktu.

Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua IKAC, Hj. Evie Kusfayanti, Wakil Ketua 1 Hj. Nina Septiana Ratna Wulan, Wakil Ketua 2 Mudasir, dan unsur pimpinan pemerintahan daerah termasuk Camat Arjawinangun dan Kepala Desa Geyongan beserta jajaran tokoh masyarakat setempat.

Dalam aksi sosial pemotongan hewan qurban pada momentum Idul Adha 1447 H ini, IKAC menyembelih sebanyak 3 ekor sapi dengan kualitas super.

Detail bobot masing-masing hewan qurban tersebut meliputi:

  1. Sapi Pertama: Memiliki bobot fantastis mencapai 900 Kilogram
  2. Sapi Kedua: Memiliki bobot seberat 800 Kilogram
  3. Sapi Ketiga: Memiliki bobot seberat 700 Kilogram

Dari hasil pemotongan ketiga sapi berukuran jumbo tersebut, panitia qurban IKAC berhasil mengemas dan membagikan total sebanyak 1.000 pax (paket) daging qurban siap konsumsi.

Cakupan penerima manfaat dari program qurban tahun ini dirancang secara luas untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Paket daging qurban ini didistribusikan ke seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Arjawinangun.

Ketua IKAC, Hj. Evie Kusfayanti, dalam sambutannya menyampaikan momentum ini merupakan penegasan penting pasca transisi nama organisasi yang kini menggunakan call name IKAC (sebelumnya IKA).

“IKAC adalah rumah besar atau ‘Satu Atap Kekeluargaan’ bagi seluruh warga Arjawinangun, baik yang berada di perantauan maupun yang menetap di kampung halaman. Di bawah atap ini, kita melebur untuk saling merangkul dan bergotong royong”, ujar Hj. Evie.

Leave a Comment