01/02/2026
AktualGaya HidupKesehatan

Percepat Penurunan Stunting dan Malnutrisi, Kowani Gandeng Kader Posyandu Asoka

BEKASI (Possore.id) — Sebanyak 10 kader Posyandu Asoka 1 mendapatkan pembekalan edukasi nutrisi untuk anak. Para kader mendapat pelatihan bagaimana mengolah nutrisi dari pangan telur.

Kegiatan bertempat di Sekretariat Persatuan Isteri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI), Jaka Sampurna, Bekasi Barat, Jawa Barat, Jumat 19 Januari 2024.

Para kader terlihat antusias menyimak menu-menu yang didemostrasikan oleh Ikatan Ahli Boga Indonesia (Ikaboga Indonesia). Ada beragam menu yang diolah. Semua berbahan dasar telur ayam.

Demo memasak ini juga dihadiri sejumlah ibu balita. Dengan harapan setelah menyaksikan demo memasak, para orang tua balita tersebut mendapat pencerahan terkait menu-menu makanan yang akan disajikan untuk anak-anak mereka.

Kegiatan demo memasak ini bagian dari Program Edukasi Nutrisi untuk Mencegah Malnutrisi pada Anak di Bawah Usia Lima Tahun yang digagas Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Melalui program ini para kader diberikan bekal bagaimana melakukan penyuluhan kepada ibu balita tentang gizi seimbang dan protein hewani untuk mencegah stunting.

Begitu pula untuk ibu balita akan tercerahkan pemahamannya mengenai gizi seimbang dan bagaimana menyiapkan makanan untuk anak-anaknya.

Pelatihan bagaimana mengolah telur dengan berbagai resep menarik, dengan berbagai variasi pengolahan telur ini bertujuan agar balita tertarik untuk mengonsumsi telur.

Setelah pelatihan, para kader dan para orang tua ini membawa “oleh-oleh” sekilo telur ayam untuk dipraktikkan di rumah.

Sebelum demo memasak para kader mendapatkan edukasi nutrisi mengenai telur. Sumber protein hewani ini memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi.

Sejatinya, kader posyandu ini sudah memahami apa itu telur. Terlihat dari kemampuan para kader menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar telur.

Dalam menjalankan program ini, Kowani tidak bekerja sendiri, tetapi menggandeng banyak pihak untuk berkolaborasi.

Yaitu International Council of Women (ICW), Pita Putih Indonesia, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan, Ikatan Ahli Boga Indonesia, dan Japfa.

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd dalam sambutannya yang dibacakan oleh Herryana Hutabarat, S.Sos, Ketua Koordinator Bidang OK dan Bidang Humas, menyampaikan kegiatan ini bagian dari Gerakan Ibu Bangsa dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Langkah ini sebagai upaya penyelamatan anak dalam 1000 hari pertama kehidupan dari ancaman stunting, serta memantau dan menangani kasus gizi buruk.

Disebutkan, Program Edukasi Nutrisi untuk Mencegah Malnutrisi pada Anak di Bawah Usia Lima Tahun ini adalah percontohan pertama.

Karena itu, perlu perhatian bersama agar dari sisi pelaksanaan hingga pelaporan dapat sesuai sebagaimana proposal yang sudah disampaikan kepada ICW.

“Hal ini penting agar dukungan yang telah Kowani lakukan melalui ICW dapat dilanjutkan demi tumbuh kembang yang baik bagi generasi penerus bangsa Indonesia,” ucap Giwo Rubianto.

Dikatakan, Kowani berharap semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan mampu bermanfaat dalam mencegah dan mengintervensi agar Indonesia mampu mencapai target percepatan penurunan stunting pada 2024 hingga 14 persen.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Japfa Comfeed yang telah menjadi sponsor berupa telur serta kepada seluruh pihak hingga acara ini dapat terlaksana dengan baik.

Sekjen Pita Putih Indonesia Ir. Wincky Lestari, menambahkan, pihaknya peduli terhadap upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Keselamatan Ibu gamil, melahirkan, bayi baru lahir dan anak.

Menurutnya, kader posyandu memiliki tanggung jawab yang semakin berat dan besar mengingat Indonesia sedang menyongsong Indonesia Emas 2045.

Penyiapan SDM juga menjadi salah satu tugas posyandu, menyiapkan generasi handal, sehat, tidak stunting.

“Karena itu, diperlukan pembinaan yang berkelanjutan dengan mengajak para mitra untuk fokus pada kegiatan pendekatan siklus hidup,” ucapnya.

Ketua Umum PIDHI Mitra Veteriner Indonesia drh Tri Isyani Tungga Dewi, MSi, menjelaskan, program ini memberikan edukasi kepada kader untuk melakukan penyuluhan kepada ibu balita tentang gizi seimbang dan protein hewani untuk mencegah stunting.

Selain itu, memberikan edukasi kepada ibu balita tentang gizi balita dan penyiapan makanan anak.


Menurutnya, penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha dan masyarakat.

Dikatakan, Indonesia adalah salah satu negara dengan prevalensi gizi buruk dan stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Kondisi ini cukup memprihatinkan.

“Jika tidak segera diatasi dapat mempengaruhi kinerja pembangunan Indonesia baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan,” tegas dr. Tris, begitu biasa ia disapa.

Dikatakan, PIDHI Mitra Veteriner Indonesia sebagai organisasi kemasyarakatan perlu mendukung dan berperan aktif dalam menurunkan angka stunting di Indonesia.

Salah satunya, dengan mendukung Program Edukasi Gizi untuk mencegah kekurangan Gizi untuk anak di bawah 5 tahun melalui peningkatan konsumsi protein hewani.

Mengapa telur?

Dijelaskan oleh drh Tri Isyani, telur adalah sumber nutrisi yang kaya dan lengkap. Harganya pun terjangkau oleh semua kalangan dan ketersediaan telur di pasaran juga mudah didapat.

Telur merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan memerlukan protein dalam jumlah cukup banyak. Telur juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil, ibu yang menyusui.

Dengan kata lain, telur merupakan bahan pangan yang sangat baik untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan memerlukan protein dalam jumlah cukup banyak. Juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil dan ibu yang menyusui.

Telur mengandung protein, vitamin dan mineral. Elemen esensial yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Selain itu, telur merupakan sumber nutrisi yang kaya sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi harian yang penting bagi tumbuh kembang anak.

Meski yang diedukasi “hanya” 10 kader namun output yang dihasilkan lebih dari itu. Karena dari satu kader diharapkan dapat mengedukasi kepada 10 ibu balita. Dengan demikian, dari 10 kader yang mengikuti edukasi ini menghasilkan 100 kader yang paham mengenai nutrisi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Para kader ini juga diharapkan aksinya tidak hanya berhenti sampai di situ, melainkan berkelanjutan. Selama sosialisasi mengenai nutrisi untuk balita, mereka juga mendapatkan pendampingan sehingga kegiatan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran.

Salah satu luaran dari kegiatan ini adalah penyusunan Buku Pedoman Edukasi Gizi Bagi Posyandu di Indonesia. Buku ini akan disebarkan ke seluruh Indonesia untuk menjadi Pedoman Edukasi Gizi Bagi Posyandu.

Leave a Comment