19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual

Perbamida Diajak Kembangkan Kredit Tabur Puja

SEMARANG —  Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono mengajak Perhimpunan Bank Milik Pemerintah Daerah (Perbamida) bisa menjadi mitra Damandiri dalam pengembangan kredit Tabur Puja di daerah. Perbamida mempunyai posisi strategis dalam mengembangkan perannya membantu kelompok-kelompok keluarga yang tergabung dalam Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Hal itu bukan saja untuk mengentaskan masalah ekonomi, tetapi juga membantu  mengentaskan keluarga-keluarga miskin dari masalah kesehatan dan pendidikan. 

Di hadapan sekiar 100 bankir Perbamida Jateng dan DIY saat acara  Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Melalui Posdaya dengan Dukungan Tabur Puja di Semarang, kemarin, mantan Menko Kesra itu mengajak para bankir untuk juga mengajak para pengusaha yang menjadi nasabah banknya ambil peran dalam gerakan pengentasan kemiskinan. Dalam membantu mengentaskan kemiskinan, petugas Perbamida agar mengajak keluarga-keluarga miskin bergabung dan ikut aktif dalam Posdaya. “Bukan hanya bergabung, tapi anjurkan keluarga-keluarga miskin tersebut membentuk kelompok-kelompok, untuk selajutnya mengikuti pelatihan ketrampilan produktif sebagai persiapan membuka usaha ekonomi produktif,” tuturnya.

Setelah kelompok-kelompok tersebut mempunyai usaha, kata penggagas Posdaya ini,  sarankan mereka membentuk koperasi atau kelompok usaha sehingga bisa mengajukan pinjaman modal usaha Kredit Tabur Puja ke bank daerah yang bisa diaksses dengan sistem tanggung renteng.“Kredit Tabur Puja merupakan skim yang memberikan dukungan penguatan pengembangan usaha ekonomi produktif kelompok-kelompok usaha Posdaya maupun kelompok-kelompok lain yang telah mengembangkan secara sungguh-sungguh budaya gotong royong, cinta kasih, saling tolong menolong agar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan,” jelas Haryono.

Selain itu, kelompok tersebut juga mempunyai disiplin dan menghormati orang tua dan sesepuh. Ajakan lain yang diharapkan Haryono pada Perbamida, petugas-petugas Perbamida agar bersedia membantu dan mengajak ibu-ibu dengan ramah untuk rajin ke Posyandu dan menjaga kesehatan serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat. Anggota Perbamida juga diajak untuk ikut membantu dengan program corporate social responsibility (CSR) pelayanan kesehatan serta menganjurkan anggota Posdaya, utamanya keluarga miskin untuk rajin membayar cicilan iuran premi BPJS.

“Bank bisa membantu menalangi membayar cicilan premi BPJS keluarga miskin yang tergabung dalam Posdaya serta mengajak pengusaha nasabah banknya. Sehingga jaminan kesehatan keluarga miskin pun terjamin, dan upaya mengembangkan usaha keluarganya pun bisa berjalan dengan baik karena sehat bisa berkonsentrasi penuh,” ujar Haryono.

Haryono yang juga Ketua Umum PB PWRI dengan anggotanya 2,3 juta orang ini menegaskan, partisipasi perbankan untuk ambil peran dalam pengentasan kemiskinan cukup luas “Dengan ikut mengembangkan Tabur Puja, bank bisa membantu keluarga miskin menjadi wareg (kenyang). Keluarga itu bisa kenyang bukan karena diberi uang tapi diberikan modal usaha agar bisa mempunyai usaha dan usaha itu dikembangkan dengan dukungan Tabur Puja, sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk kebutuhan pangannya,” jelas Prof Haryono Suyono.       

Secara rinci, mantan Menteri Negara Kependudukan dan Kepala BKKBN Pusat ini, memaparkan ada lima kegiatan utama Posdaya yang disingkat dengan  2M mengapit 3W. M pertama adalah Maton, yaitu kegiatan keagamaan dan kegiatan budaya, yang meliputi keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, kegiatan budaya, Pancasila, gotong royong. W pertama adalah waras, atau sehat. Artinya Posdaya itu harus ada kegiatan dalam bidang kesehatan. W kedua adalah Wasis, yang artinya pandai. “Anak usia sekolah harus sekolah. Utamanya anak usia sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yaitu mulai dari Balita sampai ke SMA,” ujar Haryono.

Kalau ada anak seusia itu dan anak dari keluarga miskin diusahakan harus sekolah. Kalau perlu di gotong royongkan .W ketiga, adalah wareg, artinya kenyang. Untuk kenyang tidak boleh miskin. “Posdaya mengirim keluarga keluarga muda, anak muda untuk melakukan latihan ketrampilan dan bekerja atau berusaha. Sehingga mereka tidak miskin,” jelas  Haryono.Sedangkan  M yang terakhir disebut mapan, yang artinya, rumahnya sehat, halamannya jadi kebun bergizi. Kalau panennya banyak diharapkan didirikan bank sayur, bank cabe, bank tomat dan bank jenis sayuran lainnya sehingga hasilnya kalau tidak habis bisa dijual.

“Itu semua, adalah sebagai sasaran MDGs,” jelas Haryono.Sekjen Perbamida Muhammad Sigit mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. Ia berjanji mendorong anggota Perbaminda ikut ambil peran mengentaskan kemiskinan di desa dengan Tabur Puja dan membantu menguatkan Posdaya. “Posdaya yang merupakan gerakan masyarakat dalam memberdayakan dirinya supaya mampu hidup sejahtera dan mandiri ini perlu didukung anggota-anggota Perbamida,” ujarnya.   Sementara Dr Mazwar Noerdin yang tampil pada sesi usai jeda rehat, memperjelas pengertian Posdaya dan Tabur Puja. Secara detil mantan Sekretaris Utama BKKBN Pusat ini membeberkan Posdaya secara detil dan lebih mikro. (junaedi)

Leave a Comment