19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual

Jika Ditangani Sejak Dini Penyandang Autis Bisa ‘Hidup Normal’

JAKARTA (Pos Sore)– Jika ditangani secara dini, penyandang autis tetap bisa bekerja dan hidup mandiri sebagaimana orang normal. Kuncinya terletak pada penanganan dan terapi yang diterapkan pada si penyandang autis. Karenanya, menemukan gangguan autis sejak dini amat penting.

“Jika terapinya benar, maka gangguan autis bisa diminimalisir dan tidak akan menjadi gangguan berarti pada aktivitas sehari-hari penyandang autis kelak dewasa,” kata Neuropediatri dari Divisi of Pediatric Neurology, Dept. of Child Health Faculty of Medicine, University of Padjadjaran, Bandung, Dr. Purboyo Solek, SpA (K), dalam Sosialisasi dan Seminar Autisme bertema’Mempersiapkan Penyandang Austisme Memasuki Dunia Kerja’, yang diadakan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jika orangtua bisa menemukan sejak dini gangguan autis pada anak, penanganannya akan jauh lebih mudah. Masalahnya, banyak orangtua yang tidak menyadari anaknya termasuk penyandang autis. Mengingat banyak gejala gangguaan fisik lain yang hampir serupa dengan autis.

“Padahal kurun usia yang sangat baik untuk penanganan autis adalah rentang usia 16-18 bulan. Semakin terlambat mengenali gejala autis pada anak, maka terapi yang dilakukan semakin sulit,” lanjut Purboyo.

Jika terapi dilakukan pada usia kurang 2 tahun, anak autis akan bisa beraktivitas seperti anak-anak normal lainnya. Bahkan bisa mencapai prestasi yang gemilang.

Penanganan yang tepat juga akan meningkatkan kemampuan kognitive anak autis hingga 16,7 digit. Nilai tersebut akan tercapai dengan intensitas terapi yang sangat kontinu, minimal 20 jam per minggu, sekaligus untuk mengukur IQ.

Saat ini kendala yang kerap dijumpai pada penanganan autis adalah keterlambatan bahkan kesalahan mengenali autis. Akibatnya terapi yang dilakukan menjadi tidak optimal atau bahkan gagal sama sekali. (tety)

Leave a Comment