31/01/2026
Aktual

Pengajian Fosil 88: Untungnya Berniaga dengan Allah

DEPOK (Pos Sore) — Berniaga dengan Allah. Begitu judul materi pengajian bulanan yang diadakan Fosil 88 atau Forum Silaturahmi angkatan 1988 SMPN 2 Depok, bertempat di Rumah Belajar ABIGA, Depok. Sang ustadz yang memberikan materi tak lain dan tak bukan, anggota Fosil 88 juga: ustadz Hardi Ismanto.

Apa yang dimaksud dari ‘berniaga dengan Allah’? Apakah bisa diartikan dengan berdagang atau berbisnis yang memperhitungkan untung rugi? Kalau dilihat dari perhitungan atau kalkulasi akhirat berniaga dengan Allah itu tidak ada ruginya. Yang ada malah untung ganda: dunia dan akhirat.

Ketika kita berbisnis dengan manusia, kita sering mengalami kekecewaan, seperti yang sering kita dengar mengenai kejadian-kejadian yang tidak mengenakkan hati. Tetapi… ketika berniaga dengan Allah dipastikan tidak akan pernah merugi.

“Sayangnya, manusia itu kalau untuk urusan dunia inginnya maksimal, maunya untung banyak, sementara untuk urusan akhirat selalu minimalis. Pas-pasan. Misalnya shalat sunat Dhuha, sedikitnya 2 rakaat, ya dilakukannya pas 2 rakaat saja. Tapi ini masih lebih baik daripada tidak sama sekali,” begitu penuturan sang ustadz, di hadapan jamaah, Minggu (19/1/2020).

Padahal, kalau manusia yang mengaku beriman mau membuka hatinya, berniaga dengan Allah itu tidak sekedar untung, melainkan juga dijauhkan dari azab yang sangat pedih. Sebagaimana firman Allah SWT:

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? [yaitu] kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan [memasukkan kamu] ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan [ada lagi] karunia yang lain yang kamu sukai [yaitu] pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat [waktunya]. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Alquran surat As Saf: 10-13)

Allah juga berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian daripada rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (Alquran surat Fatir: 29)

Jadi berniaga dengan Allah jika berdasarkan firman Allah tersebut yaitu:
1. Beriman kepada Allah dan Rasul
2. Berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa.
3. Membaca Alquran
4. Mendirikan shalat
5. Menginfakkan harta di jalan Allah

Mengapa beriman kepada Allah dan Rasul dikatakan berniaga dengan Allah? Karena syarat pertama menjalankan syariat Islam ya harus mengakui dan menyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad adalah rasul utusan Allah. Orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul tidak ada kewajiban untuk menjalankan apa yang disyariatkan oleh Allah dan disunahkan Rasul.

“Misalnya, orang di luar Islam tidak ada kewajiban untuk mengerjakan shalat. kecuali dia masuk Islam yang harus bersyahadat terlebih dulu sebagai syarat keimanannya pada Allah dan Rasul, baru dia harus menjalankan syariat Islam. Berbeda dengan kita yang sudah dilahirkan dalam keadaan Islam, tidak perlu lagi bersyahadat ketika baligh. Jadi, ini artinya setiap anak manusia itu sesungguhnya sudah dilahirkan dalam keadaan Islam.”

Orang yang beriman dikatakan berniaga dengan Allah karena segala perbuatan kebaikan akan mendapatkan ganjaran pahala berkali-kali lipat. Bukan hanya pahala, tetapi dijanjikan syurga! Masyaallah. Sungguh begitu baiknya Allah kepada hambaNya.

Berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa dikatakan berniaga dengan Allah karena jihad dengan ikhlas karena Allah akan mendapatkan ganjaran kebaikan di dunia dan akhirat. Jihad jangan hanya diartikan berperang mengangkat senjata, tetapi bekerja atau berusaha dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuannya.

“Misalnya guru, menjalankan profesinya dengan sungguh-sungguh, dan ikhlas niat karena Allah itu termasuk jihad, yang nilainya juga ibadah. Mengajak teman kita untuk berbuat kebaikan semisal mengajak mengaji juga termasuk jihad,” papar ustadz.

Membaca alquran adalah bentuk berniaga dengan Allah yang sangat dianjurkan. Karena setiap huruf Alquran yang kita baca diganjar 10 kebaikan oleh Allah. Jadi tidak terhitung berapa banyak kebaikan yang aAllah curahkan jika kita membaca tuntas satu surat. Apalagi jika dibaca berulang-ulang. Atau bahkan sampai khatam. Lantas, apakah kita sudah setiap hari membaca Alquran?

Orang yang tidak membaca Alquran bagaikan hidup di dalam kuburan: gelap, sempit, tidak bercahaya.

“Pengertian membaca Alquran itu bukan sekedar dibaca, tapi juga ditaddaburi, kemudian diamalkan, setelah itu dihafalkan. Harus diperhatikan juga cara membacanya harus sesuai tajwid, secara tartil. Ini harus terus dipelajari karena ternyata berdasarkan survey Perguruan Tinggi Ilmu Qur’an sebanyak 65 persen masyarakat buta huruf Alquran,” tandasnya.

Kita sebagai orangtua perlu juga mengajarkan anak-anak kita membaca surat alfatiha yang baik dan benar. Ini akan menjadi amal jariyah kita. Jadi ketika kita sudah meninggal, lalu anak kita shalat dan membaca surat Alfatihah yang kita ajarkan, maka pahalanya mengalir untuk kita. Betapa beruntungnya berniaga dengan allah bukan?

Mengapa banyak manusia yang hidupnya terombang-ambing? Karena ya jauh dari Alquran. Tidak menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup. Hatinya pun jadi tidak bercahaya.

Mendirikan shalat. Shalat adalah tiang agama, amalan yang pertama kali dihisab di akhirat. Shalat juga dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Bagaimana berniaga dengan Allah hanya “bermodalkan” shalat? Ya dengan mendirikan shalat yang sesuai dengan tuntunan Allah dan sunah Rasul, banyak keuntungan yang kita peroleh. Itu yang shalat wajib. Belum lagi yang shalat sunah: shalat tahajud, shalat witir, shalat fajar, shalat qolbiah dan ba’diah, dan shalat sunat lainnya.

“shalat sunah sebelum shalat subuh atau sering disebut shalat fajar memiliki keutamaan. Berdasarkan hadist riwayat m
Muslim, menyatakan dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Karenanya, jangan sampai ditinggalkan karena Allah akan memberikan kebaikan pada kita,” tuturnya.

Jadi, dua rakaat sebelum subuh atau fajar ini termasuk kategori shalat sunnah mu’akkadah atau sangat ditekankan untuk dilaksanakan. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menjaganya. Baik ketika beliau berada di tempat tinggalnya maupun saat sedang safar atau kala bepergian. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits sayyidah ‘Aisyah Radhiallahu Anha: “bahwasanya nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkannya (dua rakaat sebelum shubuh) sama sekali.” (hadist riwayat Bukhari dan Muslim)

Berniaga dengan Allah terkait dengan shalat, di antaranya dianjurkan untuk pria shalat berjamaah di masjid. Karena nilai pahalanya berkali-kali lipat. Shalat berjamaah mendapatkan pahala 27 kali lipat dibandingkan shalat sendiri. Belum lagi saat berjalan ke masjid, setiap langkah akan menghapus dosa-dosa kita, terlebih jika sambil berzikir mengingat allah. sangat beruntung bukan?

Biasakan pula shalat tahajud di sepertiga malam, lalu dilanjutkan dengan membaca alquran sambil menunggu adzan subuh. Tak terhitung berapa pahala yang kita dapatkan. Inilah keuntungan berniaga dengan Allah. bukan saja dilimpahi rezki tetapi juga ketenangan hidup dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Terakhir, uang menginfakkan harta di jalan Allah. Infak artinya pengeluaran untuk sesuatu. 3infak ada yang bersifat wajib: zakat fitrah, zakat maal, zakat perniagaan, dan sunnah: shadaqoh ke masjid, panti asuhan, dan lain-lain.

Oh iya, shadaqoh cakupannya lebih luas daripada infak. Jika infak lebih kepada pengeluaran bersifat materi berupa uang, kalau shadaqoh lebih luas. Tak harus berupa uang, pakaian, tetapi juga tenaga. Senyum sekalipun juga dinilai sebagai shadaqoh. Dan nilai kebaikan yang kita dapatkan pastinya akan berlipat-lipat. tentu saja jika dilakukan dengan niat ikhlas karena Allah semata. (tety)

Leave a Comment