11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual

Penggunaan Pekerja Formal Kian Berkurang

JAKARTA (Pos Sore) — Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Hariyadi B Sukamdani meminta pemerintah mempunyai sikap jelas mengenai program perluasan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Hal ini dicermati dan segera mendapatkan solusinya mengingat dari waktu ke waktu daya serap dunia kerja terhadap pekerja formal kian berkurangnya.

Berbicara pada Focus Group Discussion dengan tema,”Problematika Tenaga Kerja di Indonesia : Antara Aset atau Beban Pembangunan ?” di kantor Kadin, Jakarta, Kamis (3/4), Hariyadi meminta pemerintah agar meningkatkan efisiensi dan efektifitas APBN dengan membangun infrastruktur dan program peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pendidikan dan pelatihan.

Hariyadi mengatakan, dengan berkurangnya penyerapan TK formal maka kualitas TK juga akan berkurang dibandingkan secara keseluruhan jumlah angkatan kerja, hal ini terlihat dari output produktivitas rendah.

Data BPS menunjukkan, jumlah angkatan kerja per Agustus 2013 adalah 118, 19 juta, dan pengangguran terbuka sebesar 7,39 juta atau 6,25 persen.

Menurut Hariyadi, peningkatan kualitas TK tidak dapat dilakukan oleh perusahaan sendiri. Pemerintah harus mengambil porsi yang lebih besar, apalagi ada anggaran 20 persen APBN untuk pendidikan.

Hasil penelitian Usaid dan Bappenas 2013 menunjukkan, produktivitas TK di Indonesia relatif rendah tidak sebanding dengan kenaikkan upah. Kenaikan unit labor cost (ULC), kata dia, secara signifikan memukul pertumbuhan industri padat karya mengakibatkan penurunan kapasitas produksi.

Sektor usaha padat karya mengalami kesulitan untuk berkembang karena faktor kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang populis dilatarbelakangi pertimbangan politis, tekanan serikat pekerja, kenaikkan biaya produksi yang signifikan dan adanya persaingan global. (hasyim)

Leave a Comment