
POSSORE.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (PERDOSRI), Dr. dr. Rumaisah Hasan, Sp.K.F.R., N.M. (K)., FEMG., AIFO-K menegaskan Perdosri berkomitmen untuk mendorong transformasi layanan kesehatan nasional menuju paradigma berbasis fungsi dan presisi.
“Pentingnya pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengadopsi paradigma baru di bidang kesehatan, yakni layanan berbasis fungsi,” ucap dr. Rumaisah usai pelantikan pengurus pusat PERDOSRI masa bakti 2025-2028, yang dilanjutkan dengan Rapat Kerja yang digelar di Jakarta, Sabtu 14 Februari 2026.
“Pelantikan ini bukan sekadar prosesi pelantikan pengurus. Melainkan menjadi momentum pengukuhan komitmen segenap SpKFR yang berikrar, menegaskan arah langkahnya secara presisi: menjadi Gatekeeper Layanan Kesehatan Berbasis Fungsi.
Ia mengatakan tantangan yang selama ini dihadapi ketika layanan kesehatan dinilai masih berfokus pada penyembuhan gangguan medis semata. Tanpa memastikan pasien benar-benar kembali produktif. Padahal, keberhasilan rehabilitasi tidak cukup diukur dari kondisi klinis, melainkan juga dari kemampuan pasien kembali beraktivitas dan berdaya secara ekonomi maupun sosial.
“Bagi kami, keberhasilan yang sesungguhnya adalah saat pasien mampu kembali berfungsi dan produktif di tengah masyarakat,” katanya.
Menurutnya, layanan kesehatan presisi (precision medicine), termasuk dalam rehabilitasi medis, membutuhkan kolaborasi lintas disiplin, tanpa adanya sekat atau hierarki antarpihak.
“Kalau kita masih terfragmentasi dan hanya memikirkan perbedaan, maka presisi medicine tidak akan tercapai, melelahkan dan menghambat kemajuan,” tegasnya.
Tantangan lainnya terkait pembiayaan tetap, yang juga menjadi tantangan global. Namun, menurutnya, keterbatasan anggaran dapat diatasi dengan penentuan prioritas berbasis kesepakatan bersama.
