31/01/2026
AktualNasional

Para Pengusul Lima Warisan Dokumenter Indonesia Diakui UNESCO sebagai Memory of the World  2025 Terima Penghargaan

“Kalau kita berbicara mengenai tarian, seperti Mangkunegaran, itu tidak ada di tempat lain selain Indonesia. Belum lagi kalau kita berbicara baju atau pakaian tradisional, sudah ada beberapa catatan mengenai kain songket yang spesifik, kemudian kita akan kembangkan terus itu sampai ke dunia internasional,” terang Mego.

Dewan Pakar Memory of the World (MoW) Rieke Dyah Pitaloka, yang juga anggota DPR, menyampaikan warisan dokumenter Indonesia yang telah diakui dunia tersebut bukan sekadar kumpulan dokumen atau benda. Melainkan juga menjadi penanda identitas dan memori kolektif yang membantu bangsa memahami perjalanan sejarah dan perkembangan zaman.

“Keberhasilan ini memperkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari soft diplomacy Indonesia di dunia internasional,” ucap Duta Arsip ini.

Menurutnya, program registrasi warisan dokumenter adalah langkah strategis dalam pelestarian dan pengakuan nilai-nilai luhur bangsa.

Adanya program ini, arsip dan dokumen tidak hanya menjadi bagian dari memori kolektif bangsa Indonesia. Namun, berpotensi juga untuk diakui sebagai warisan dunia yang memiliki arti penting bagi peradaban umat manusia.

Melalui pengakuan ini, Rieke berharap, masyarakat semakin memahami bahwa penyelamatan dan peningkatan akses terhadap warisan dokumenter adalah tanggungjawab bersama. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi, melainkan juga untuk kepentingan nasional dan bahkan internasional

Sebagai informasi, pada Jumat, 11 April 2025, Dewan Eksekutif  Unesco menetapkan 74 nominasi baru dalam Register MoW periode 2024-2025. Dari 122 nominasi dari seluruh dunia, Indonesia berhasil meregistrasikan 5 warisan dokumenter sekaligus.

Bersama Prancis, Indonesia menjadi negara dengan jumlah inskripsi terbanyak dalam siklus nominasi kali ini. Ini adalah bukti nyata komitmen Indonesia dalam melestarikan warisan dokumenter dengan meregistrasikannya menjadi ingatan kolektif dunia.

Leave a Comment