Sebagai puncak pengakuan terhadap tulisan dan cita-cita Kartini, pada 1964 Presiden Sukarno mencanangkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional Kemerdekaan.
Kartini masih relevan hingga saat ini, hampir 120 tahun setelah kematiannya. Pandangan dan idenya masih diperdebatkan. Meski waktu telah berlalu, Kartini masih tetap berdiri. Perjuangannya masih terus berlanjut.
Mego Pinandito, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), menyampaikan lima warisan dokumenter yang telah terdaftar dalam ingatan kolektif dunia.
“MoW tersebut menunjukkan pentingnya arsip tersebut sebagai warisan sejarah dan budaya,” katanya dalam Anugerah Warisan Dokumenter Indonesia sebagai MoW, di gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rabu 13 Agustus 2025.
Warisan dokumenter yang bisa menjadi acuan bagi pemerintah Indonesia untuk membuat kebijakan, pun untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan sumber penelitian.
Menurutnya, keberhasilan registrasi warisan dokumenter Indonesia sebagai MoW bukan hanya keberhasilan ANRI, Perpustakaan Nasional, atau pemerintah saja.
Melainkan juga keberhasilan Indonesia dalam usaha penyelamatan, pelestarian, peningkatan akses, serta penyebarluasan warisan dokumenter Indonesia untuk dunia internasional.
Dikatakan, keberhasilan lima warisan dokumenter Indonesia sebagai MoW itu menjadi awal bagi seluruh lembaga pengelola, nominator dan pemilik kelima warisan dokumenter tersebut untuk menyebarluaskan informasi dan memanfaatkan seluas-luasnya karya-karya yang telah melegenda tersebut.
Menurutnya, lima warisan dokumenter tersebut juga menjadi awal dari perjuangan untuk memperkuat diplomasi arsip sebagai bagian dari diplomasi halus (soft diplomacy) yang dilakukan Indonesia dengan memanfaatkan kekayaan budaya, alam, dan berbagai hal lain yang selama ini menjadi kekuatan bangsa.
