31/01/2026
AktualNasional

Para Pengusul Lima Warisan Dokumenter Indonesia Diakui UNESCO sebagai Memory of the World  2025 Terima Penghargaan

Mego Pinandito, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI)

JAKARTA (possore.id) — Lima warisan dokumenter Indonesia diakui UNESCO sebagai Memory of the World (MoW) 2025. Para pengusul mendapatkan sertifikat dan penghargaan atas upaya pengakuan dunia ini.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono, menyerahkan pengakuan Memory of the World (MoW) oleh UNESCO terhadap para pemgusul tersebut.

Seremoni penyerahan sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi kepada para nominator yang telah melakukan upaya penyelamatan, pelestarian, dan peningkatan akses publik terhadap warisan dokumenter.

Dengan adanya momentum ini bisa menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku, akademisi, praktisi, pemilik, dan masyarakat untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan danpelestarian warisan dokumenter

Sebagaimana diketahui berdasarkan sidang umum UNESCO pada 17 April 2025, Indonesia berhasil mencatatkan lima khasanah warisan dokumenter sebagai MoW UNESCO.

Ada pun lima sertifikat warisan dokumenter Indonesia tersebut, yaitu:
1. Arsip Seni Tari Jawa Khas Mangkunegaran periode 1861-1944 dengan pengusul Praja Mangkunegaran dan ANRI (single nomination). Pencatatan dokumentasi kearsipan mengenai tari Mangkunegaran telah dilakukan pada zaman Mangkunegara IV hingga masa Mangkunegara VII (1861-1944).

Pencatatan ini memuat dokumentasi mengenai penciptaan, aturan-aturan tari, ragam gerak, filosofi, dan sejarah perkembangan seni tari Mangkunegaran dari masa ke masa.

Arsip tersebut mengandung nilai-nilai signifikansi sejarah yang sangat kuat mengenai dinamisnya perkembangan kesenian tari Indonesia, khususnya Jawa dari lingkungan Pura Mangkunegaran menjadi sebuah kesenian nasional.

Leave a Comment