21.8 C
New York
17/06/2026
AktualPendidikan

Menyoal Meritokrasi Pendidikan

Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo

POSSORE.ID, Jakarta — Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Aliansi Kebangsaan menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk Meritokrasi Pendidikan, Jumat 22 Mei 2026, secara daring.

Hadir sebagai narasumber yaitu Prof. Dr. Muchlas Samani (Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Surabaya), Amich Alhumami, Ph.D (Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi).

Narasumber lainnya yaitu Dhitta Puti Sarasvati, M.Ed (Ketua Bajik- Gernastastaka), dan Iman Zanatul Haeri, M.Pd (Perhimpunan Pendidikan dan Guru).

Dalam pengantarnya, Ketua Yayasan Dana Darma Pancasila Yudi Latif menyampaikan penerapan sistem meritokrasi— hanya melihat prestasi akademik, dalam dunia pendidikan Indonesia berpotensi melahirkan struktur dominasi dan elitisme baru jika tidak dikerjakan secara proper.

“Titik start masyarakat dalam mengakses pendidikan bermutu sejak awal sudah tidak seimbang,” ucapnya dalam diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Susetya Herawati, ST., M.Si. (Yayasan Suluh Nuswantara Bakti).

Kondisi ini bisa terlihat jelas dari pembelahan hasil Ujian Nasional yang dibatasi oleh Wallace Line (Garis Wallace). Wilayah di sebelah barat garis tersebut relatif memiliki capaian yang bagus.

Sementara wilayah di sebelah timur rata-rata mencatatkan hasil yang buruk akibat distribusi guru yang tidak merata. Kondisi ini juga berdampak langsung pada proses rekrutmen beasiswa bergengsi, seperti LPDP.

“Jika pemerintah terus menggunakan standar kompetensi yang sama rata tanpa ada afirmasi yang kuat, maka fasilitas beasiswa tersebut akan terus didominasi oleh pendaftar dari Indonesia Barat yang sejak awal sudah diuntungkan oleh ekosistem pendidikan yang mapan,” tegasnya.

Leave a Comment