21.8 C
New York
17/06/2026
AktualJabodetabek

Menjadi Tua Tanpa Merasa Sendiri, Cerita Hangat dari Sekolah Lansia Sungai Bambu

POSSORE.ID, Jakarta –Tawa para lansia terdengar bersahut-sahutan di salah satu sudut kawasan Danau Sunter, Jakarta Utara, pagi itu. Di tangan mereka, layang-layang berwarna-warni perlahan dihias dengan penuh ketelatenan. Ada yang menggambar bunga, ada pula yang menuliskan kata-kata sederhana tentang kebahagiaan.

Tidak ada wajah murung. Tidak ada kesan renta yang identik dengan kesepian. Yang terlihat justru semangat dan rasa ingin tetap berguna.

Suasana hangat itu hadir dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 yang digelar Sekolah Lansia Cucak Hijau Kelurahan Sungai Bambu bersama salah satu restoran cepat saji di Mc Donald kawasan Danau Sunter, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sebanyak 32 siswa lansia mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Sebelum acara dimulai, mereka terlebih dahulu menyanyikan Mars Lansia dan mengikuti senam bersama yang dipandu instruktur, Ibu Nunung. Gerakan demi gerakan dilakukan perlahan, namun penuh semangat.

Bagi sebagian orang, usia lanjut sering dianggap sebagai masa untuk berhenti beraktivitas. Namun di Sekolah Lansia Cucak Hijau Kelurahan Sungai Bambu, para orang tua justru diajak untuk tetap aktif, sehat, dan percaya diri menjalani masa tua.

Ketua TP PKK Kelurahan Sungai Bambu, Ekasari Riskiah, mengatakan keberadaan sekolah lansia menjadi ruang penting agar para lansia tetap merasa dihargai dan memiliki tempat untuk berkembang.

“Dengan adanya sekolah lansia, para orang tua kita dapat tetap berkarya dan produktif di masa tua, tidak merasa kesepian, dan terus merasa berharga serta dibutuhkan,” ujarnya Jumat (29/5) pagi.

Kalimat itu terasa sangat dekat dengan kenyataan banyak lansia di perkotaan. Di tengah kehidupan kota yang serba cepat, tidak sedikit orang tua yang perlahan kehilangan ruang sosialnya. Anak-anak sibuk bekerja, lingkungan berubah, sementara usia terus bertambah.

Karena itu, sekolah lansia menjadi lebih dari sekadar tempat belajar. Ia berubah menjadi ruang pertemuan, tempat berbagi cerita, sekaligus tempat menjaga harapan agar masa tua tetap dijalani dengan bahagia.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mengikuti lomba menghias layang-layang. Tawa dan candaan sesekali pecah saat para lansia saling memperlihatkan hasil karyanya. Dari kegiatan sederhana itu terlihat bahwa kebahagiaan di usia senja terkadang hadir dari hal-hal kecil: berkumpul, dihargai, dan merasa ditemani.

Leave a Comment