Pelatihan yang akan digelar kerja sama dengan ITC Watch tersebut, kata Giwo, menjadi upaya bagi BPW Indonesia untuk melindungi perempuan dari berbagai bentuk kejahatan dunia maya.
Tujuannya adalah untuk membuka wawasan perempuan pebisnis dan profesional untuk melek IT dan pemberdayaan perempuan dalam AI.
“Di mana kita sendiri mengetahui bahwa banyak perempuan menjadi korban penyalahgunaan media online terutama AI,” terang Giwo.
Dengan pelatihan IT tersebut diharapkan dapat memberikan pencerahan dan meningkatkan wawasan perempuan pebisnis dan professional.
“Banyak perempuan sudah ahli menggunakan IT, namun ada hal yang belum diketahui terkait kejahatan berbasis internet ini,” tandas Giwo.
