Kowani harus membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan untuk mengeluarkan potensi terbaik serta mendukung keutuhan dan kemajuan NKRI dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menteri Arifatul berharap Kowani juga harus menjadi referensi bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan di tengah gempuran teknologi informasi dan penetrasi budaya.
Kowani mempunyai tugas menguatkan budaya bangsa menjaga karakter bangsa seperti Pidato Soekarno tahun 1963 yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Menteri menilai Kongres KOWANI ke-26 semakin menekankan peran Kowani untuk terus mendorong kebijakan yang mendukung partisipasi perempuan di semua sektor.
“Termasuk dalam membangun kedaulatan pangan, energi dan ekonomi yang menjadi pilar utama menuju Indonesia yang mendiri dan berdaya saing di tingkat global.”
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan saat ini, Kowani yang merupakan organisasi federasi perempuan yang terbesar dan tertua di Indonesia.
Organisasi ini mewadahi 111 anggota organisasi di tingkat pusat dengan lebih dari 100 juta anggota perempuan dari seluruh Indonesia.
Dikatakan, jumlah anggota Kowani terus bertambah cukup signifikan. Setidaknya selama dua periode terakhir kepemimpinnya. Dalam catatannya, ada sekitar 25 organisasi yang telah bergabung.
Menurut Giwo, pertambahan anggota Kowani semakin menunjukkan kepercayaan yang semakin besar terhadap Kowani. Organisasi ini berhasil menggerakkan ormas perempuan untuk lebih banyak berbuat dan berdaya.
