19.2 C
New York
24/05/2024
Aktual

MEA Peluang Besar Bagi Pasar Otomotif Nasional

JAKARTA –Menteri Perindustrian (Menperin), Mohamad S. Hidayat mengungkapkan, menjelang diberlakukannya ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), bagi industri otomotif nasional hal ini merupakan peluang sekaligus tantangan.Apalagi, posisi industri otomotif nasional mampu menduduki peringkat ke dua setelah Thailand.

“Jika  tantangan tersebut tidak diantisipasi dengan baik, bisa  menggerus industri dalam negeri, kata  Menteri Perindustrian (Menperin), Mohamad S. Hidayat, saat membuka Seminar Prospek Industri Otomotif Nasional Menghadapi MEA 2015 di Kemenperin, Senin  (23/6).

Akan tetapi, katanya, pelaku usaha di dalam negeri bersama pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah konkret dalam meningkatkan ketahanan dan daya saing industri dalam menghadapi dampak negatif MEA.

“Jika  tantangan tersebut tidak diantisipasi dengan baik, bisa  menggerus industri dalam negeri.”

Kendati  dari sisi produksi, industri otomotif nasional saat ini telah menduduki urutan ke dua setelah Thailand, dengan kemampuan produksi sebesar 1,2 juta pada 2013, namun peningkatan daya saing harus terus dilakukan.”Thailand, telah mencapai produksi sekitar 2,5 juta unit per tahun. Namun, dengan masuknya investasi selama dua tahun terakhir, kapasitas terpasang produksi otomotif nasional telah mencapai dua juta unit per tahun,saya optimis kita akan mampu tumbuh bersama secara sehat di Asean.”

Dengan posisi yang begitu membanggakan, kata Hidayat, kondisi ini juga akan sangat berdampak positif dalam menrangsang pertumbuhan industri penunjang  komponen di Indonesia yang saat ini sudah mencapai 1.550 perusahaan.Sementara di  Thailand mempunyai sekitar 2.200 perusahaan industri. Daya saing produk otomotif Indonesia, lanjutnya,  hingga saat ini juga sudah semakin meningkat, yang tercermin dari ekspor produk kendaraan bermotor, khususnya kendaraan Completely Built Up (CBU), yang hingga saat ini sudah mamu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara tujuan.

“Ekspor kendaraan bermotor roda empat mencapai 125 ribu unit pada 2012 dan sekitar 170 ribu unit pada 2013. Diperkirakan pada 2014 ekspor CBUakan meningkat hingga 200 ribu unit.”

Selain ekspor CBU, katanya,Indonesia telah dapat mengekspor kendaraan bermotor dalam bentuk Completely Knocked Down (CKD) dengan ekspor motor pada 2012 mencapai 100 ribu, 2013 mencapai 105.000 unit dan 2014 diprediksi mencapai 110 ribu unit.”Munculnya model-model unggulan dan iklim usaha yang semakin kondusif, maka kami yakin ke depan industri otomotif nasional akan semakin berperan di pasar regional maupun global, khususnya ASEAN.” (fitri)

Leave a Comment