6.4 C
New York
02/03/2024
Aktual

MAPIPTEK Gelar Diskusi Pengolahan Sagu

JAKARTA (Pos Sore) – Indonesia, pengimpor gandum nomor dua terbesar dari seluruh dunia setelah Mesir. Karenanya, upaya penelitian dan pengembangan gandum di Indonesia terus meningkat. Beberapa lembaga misalnya Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian, dan Badan Pengkajian dan Penerapan (BPPT) terus melakukan penelitian dan mengembangakan tanaman gandum tropis, sagu dan sorgum.

Menggali persoalan ini, Masyarakat Penulis Ilmu Pengetahuan dan Iptek (Mapiptek) menggelar diskusi bertajuk ‘Substitusi Gandum dengan Teknologi Pemuliaan dan Pengolahan Sumber Daya Hayati Lokal’, di gedung BPPT, kemarin.

Menghadirkan pembicara, pemulia Gandum dan Sorgum PATIR BATAN, Dr. Soeranto Human, I Made Susilatama, Manager Perkebunan PTPN XII, Ketua Kelompok Tani Subang, Darman Natakusuma, Utama Kajo dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Deputi Kepala BPPT Bidang Bioteknologi dan Agroindustri, Lisyani Wijayanti, Direkterorat Budidaya Serealia Kementan, Mesalina, dan Kepala Bidang Pendayagunaan Hasil Litbang dan Pemasyarakatan Iptek Nuklir (PHLPN) BATAN, Falconi Margono.

Menurut beberapa peneliti, produksi dan kualitas gandum dan sorgum lokal masih sangat rendah dibanding produk impor. Karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui teknologi pemuliaan tanaman. Tujuannya agar meningkatkan kepastian terhadap hasil yang tinggi dan perbaikan kualitas produk yang dihasilkan.

Di Subang, memang sudah banyak petani yang menanam Sorgum. Namun, mereka belum mengetahui secara pasti kegunaan buah atau biji sorgum. Rata-rata mereka hanya memanfaatkan batang dan daun sorgum masih sebatas untuk makanan ternak saja. (tety)

Leave a Comment