19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual

Malaysia-Arab Saudi Bekerja Sama Produksi Vaksin Halal

KUALA LUMPUR — Sebuah perusahaan Arab Saudi telah berinvestasi 100 juta dolar AS pada perusahaan pengembangan industri halal (Halal Industry Development Corporation atau HDC)  memproduksi vaksin halal untuk penyakit meningitis, hepatitis, dan meningococcal. Vaksin itu diperkirakan bakal siap diproduksi dalam tiga tahun mendatang.

Datuk Seri Mustapa Mohamed, Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia mengumumkan hal ini pada pembukaan Konferensi Halal Dunia 2014 di Kuala Lumpur, kemarin dan berlangsung sepekan.  “Kami senang dapat bekerja sama dengan perusahaan Arab Saudi untuk mendirikan sebuah fasilitas produksi untuk menghasilkan banyak vaksin. Vaksin halal ini akan menghapuskan ketakutan dan keraguan orang muslim tentang integritas produk,” ujarnya.

Para pakar kesehatan akan bekerja keras untuk memproduksi berbagai vaksin halal dari ekstrak hewan yang disembelih sesuai ajaran Islam.  “Kami menemukan berbagai jalan untuk membuat vaksin yang halal dan berharap selesai secepatnya. Vaksin yang menjadi pusat perhatian para ilmuwan lokal dan dunia dan pakar syariah adalah vaksin untuk mengobati penyakit meningitis, hepatitis dan meningococcal,” papar Datuk Seri Jamil Bidin, CEO HDC.

Meningitis menyebabkan peradangan selaput membran yang melindungi seluruh sistem syaraf pusat. Penyakit ini disebabkan infeksi kuman, cedera fisik, kanker, atau obat tertentu. Vaksin meningitis yang diproduksi di negara barat diambil dari ekstrak babi.  “Kami semakin berfokus pada vaksin meningitis, yang sangat dibutuhkan bagi para jemaah yang akan naik haji, namun saat ini vaksin itu menggunakan ekstrak babi,” jelasnya.

“Vaksin yang bebas babi diperkirakan bakal mendapatkan banyak permintaan, bukan hanya di kalangan orang muslim tapi juga non-muslim. Orang lebih suka mencari alternatif begitu mereka mengetahuinya. Setelah mengembangkan tiga vaksin ini, kami akan terus memproduksi yang lain,” tambah Datuk Bidin.

Didirikan pada September 2006, HDC berkoordinasi dengan semua pengembangan industri halal di Malaysia.  Sekalipun berfokus pada pengembangan standar halal, audit dan sertifikasi, selain juga kapasitas membuat produk halal dan layanan syariah, HDC juga mempromosikan partisipasi dan memfasilitasi pertumbuhan perusahaan Malaysia di pasar halal global.  Malaysia bekerja sama dengan Saudi dalam membangun sebuah fasilitas produksi di Enstek Halal Park dengan investasi 100 juta dolar AS untuk memproduksi vaksin.

Sementara itu ada rencana untuk membuat standarisasi sertifikasi halal bagi seluruh negara Islam.  Masalah itu kini sedang dibahas di Organisasi Kerjasama Islam (OKI).  “Malaysia bermitra dengan Turki untuk mengatasi perbedaan dalam sertifikasi halal dan membuat kriteria standarisasi yang baru yang akan diaplikasikan di semua anggota OKI,” jelas Biden. Ini dijelaskan Biden setelah diskusi panel tentang keamanan pangan global yang digelar bersamaan dengan Konferensi Halal Dunia 2014.

Menurutnya, dari 57 negara anggota OKI ada 10 pemain utama di bidang industri halal termasuk Malaysia, Indonesia, Turki, dan Arab Saudi.  Kebanyakan dari 10 negara itu telah menyetujui standar baru. Begitu diterapkan, standar baru itu dapat menghilangkan kebingungan atau perbedaan dalam mengeluarkan sertifikasi halal.  “Kemitraan akan mengharmonisasi standar halal secara global karena saat ini ada banyak perbedaan di antara berbagai negara,” jelas Datuk Bidin.(arabnews/saudigazette/meidia)

Leave a Comment