11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual

Larangan Visa Umroh dan Haji untuk Negara yang Terkena Virus Ebola

MEKAH (Pos Sore) — Pemerintah Arab Saudi melarang izin visa untuk umroh dan Haji bagi jemaah yang berasal dari Liberia dan Guinea menyusul serangan demam berdarah akibat virus Ebola di dua negara itu.

“Liberia dan Guinea diserang virus itu hingga memakan korban jiwa. Karena itu, pemerintah dianjurkan untuk tidak mengeluarkan visa umroh dan Haji bagi jemaah dari dua negara itu,” ujar seorang petugas dari Kementerian Kesehatan.  “Namun begitu Organisasi Kesehatan Dunia WHO tidak mengeluarkan peringatan bepergian ke dua negara itu,” tambahnya.

Kementerian kesehatan Saudi mengeluarkan persyaratan karantina kepada misi Saudi di luar negeri melalui Kementerian Luar Negeri Saudi bahwa wabah demam berdarah akibat serangan virus Ebola pertama kali menyerang Guinea yang berada di Afrika Barat.

“Liberia dan Guinea diserang virus itu hingga memakan korban jiwa. Karena itu, pemerintah dianjurkan untuk tidak mengeluarkan visa umroh dan Haji bagi jemaah dari dua negara itu.”

Sejauh ini sudah 59 orang meninggal akibat serangan itu dan beberapa lainnya sakit parah. Jenis demam berdarah ini disebabkan virus Ebola.

Para pejabat WHO khawatir bila serangan itu menyebar ke negara tetangga lain, Sierra Leone setelah satu orang meninggal dengan gejala sama. “Ada tujuh kasus serupa di Liberia. Dua pasien dites positif terkena virus itu,” tambahnya.

Ebola adalah penyakit yang parah dan kerapkali mematikan dengan kemampuan membunuh hingga 90 persen pada korban. Virus itu termanifestasi dalam lima tipe yang berbeda, empat di antaranya dapat memicu penyakit menular antara sesama manusia.

Virus ini ditularkan ke manusia melalui kontak dekat dengan hewan pembawa virus, termasuk kelelawar pemakan buah, monyet, gorila, dan simpanse.

Pembawa penyakit memiliki tingkat penularan tinggi dan menularkan virus melalui kontaminasi obyek atau kontak dekat, selain juga terkena cairan tubuh atau darah.

“Virus ini ditularkan ke manusia melalui kontak dekat dengan hewan pembawa virus, termasuk kelelawar pemakan buah, monyet, gorila, dan simpanse.”

Masa inkubasi untuk demam berdarah yang disebabkan virus Ebola biasanya berlangsung sepekan. Pada masa itu, pasien mengalami berbagai gejala seperti demam, kedinginan, nyeri punggung, muntah dan diare.

Penderita juga mengalami bintik-bintik atau ruam di seluruh tubuh ketika virus terus berkembang. Pada tingkat berikutnya, pasien mengalami pembengkakan di sekitar mata dan alat kelamin dan perdarahan dari mulut, hidung, mata, telinga dan dubur, disusul dengan syok, koma, dan kematian pada banyak kasus.

Tes darah yang lengkap atau complete blood counter test, berbagai studi pembekuan darah atau tes fungsi liver kerap dipakai untuk memastikan kasus Ebola.

WHO terus memantau ketat situasi itu. Bahkan mereka juga melihat berbagai gejala yang sama seperti demam, diare, muntah dan perdarahan juga dilaporkan terjadi di Sierra Leone.

Sekalipun tidak ada obat untuk mengobati Ebola, saat ini tersedia berbagai obat untuk membantu memerangi virus itu.

Pasien kerap dirawat di rumah sakit dan membutuhkan perawatan intensif untuk menyelamatkan nyawa mereka dan untuk mencegah penularan penyakit berbahaya ini.(arabnews/meidia)

Leave a Comment