
Di sisi lain, Menko Airlangga juga mengimbau untuk dilakukan peningkatan kualitas SDM dalam mendorong aktivitas kewirausahaan, baik melalui pendidikan maupun pelatihan di bidang kreatif.
Ia berharap agar Kowani turut mengambil peran penting dalam mendorong semangat dan jiwa kewirausahaan para perempuan Indonesia dan mempercepat penciptaan lapangan kerja.
Terlebih Indonesia tengah berupaya untuk bergabung dengan kelompok negara maju dalam keanggotaan The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
“Saat ini, Pemerintah tengah menjalani masa aksesi keanggotaan dan diproyeksi akan selesai dalam waktu 3 tahun mendatang,” ucapnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Menko Airlangga berharap agar kaum perempuan juga dapat mengambil peran dalam mengawal proses aksesi keanggotan OECD tersebut.
Hal ini mengingat dalam Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 silam, kaum perempuan telah turut mengambil bagian dalam berbagai isu penting melalui forum Women20 (W20).
“Untuk menunjukan Indonesia masuk menjadi negara maju maka kita perlu membuat standar praktis yang setara dengan 38 negara-negara maju,” tegasnya.
Indonesia sudah masuk aksesi dan 3 tahun diperkirakan bisa masuk anggota OECD, dan tentu ada unsur perempuan yang harus mengawal program pembangunan tersebut, dan tentu kita dorong juga dari KOWANI.
Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo dalam sambutannya mengatakan Kowani Expo tahun ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Kebaya Nasional yang perdana.
Even ini penting karena sejatinya kebaya itu melekat dengan pemberdayaan, perjuangan, dan kemandirian para perempuan.
