01/02/2026
Aktual

Kemhan Gelar Indo Defence 2014 Expo & Forum

JAKARTA (Pos Sore) – Kementerian Pertahanan kembali menggelar pameran industri pertahanan berskala internasional, Indo Defence 2014 & Forum bertema ‘World Defence Technology Improvement’ pada 5-8 November di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran. Presiden Joko Widodo direncanakan membuka pameran yang diikuti 56 negara itu, didamping Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu.

“Ini ajang promosi bagi produsen peralatan pertahanan dan keamanan internasional. Selain itu, menunjukkan eksistensi Indonesia dalam memproduksi alat-alat pertahanan. Indonesia tidak bisa lagi didikte oleh Negara lain,” tandas Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Timbul Siahaan, di Jakarta, Jumat (31/10).

Indo Defence 2014 Expo & Forum yang digelar untuk keenam kalinya di Indonesia ini ada 700 peserta perusahaan asing dan dalam negeri yang memamerkan produk-produk peralatan pertahanan dan keamanan dengan teknologi terkini.

Perusahaan asing yang akan memamerkan produknya antara lain General Dynamics, BAE Systems, Rosoboronexport, Sukhoi Aviation, Avibras, Airbus Defence, dan banyak lagi.

Sementara dari Indonesia, pesertanya dari PT Dirgantara Indonesia, PT Pindan, PT LEN, PT Dok Koja Bahari, PT INTI, PT Krakatau Steel, PT Industri Kapal Indonesia, PT PAL, dan PT Palindo Marine. Sedangkan instansi pemerintah yang berpartisipasi antara lain Badan Keamanan Laut, Basarnas, BPPT, LIPI, LAPAN, TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Perindustrian.

IMG-20141031-07198

Direktur Teknologi Industri Pertahanan (Dirtekindhan) Kemhan Brigjen TNI Zaelan Arifin, menambahkan, pameran dua tahunan ini digelar di area indoor, yaitu Hall A, Hall B, dan Hall D. Sedangkan area outdoor diisi dengan displau Alutsista di antaranya, 9 unit panser anoa Pindad, e unit helicopter Bell-412 Penerbab, Pesawat Swayasa FASI, Rantis Merpati, Rantis Elmas, Tank Amphibi BMP-3F, Radar Rheinmetall, dan banyak lagi.

Dikatakan, selain pameran produk, juga digelar seminat internasional bertajuk ‘Exploring Defence Offset in Indonesia: Expaction, Partnership, and Stratfies of Engagement’. Melalui seminar ini diharapkan terjalin kerjasama antar industri pertahanan Indonesia dengan Negara lain melalui kegiatan alih teknologi.

“Dalam pameran ini, Kementerian Pertahanan juga akan menandatangani perjanjian kersama industri pertahanan dengan pemerintah Turki, yang menandai dimulainya kolaborasi pembangunan produk-produk peralatan pertahanan kedua Negara di masa mendatang,” tammbahnya.

Project Director PT Napindo Media Ashatama, Didit Siswodwiatmoko, sebagai pihak yang mengorganised pameran ini, mengatakan, sebanyak 56 negara akan mengirimkan delegasi resmi untuk menyaksikan pamerah tersebut, termasuk ASEAN. Negara-negara tersebut antara laim, Qatar, Malaysia, Republik Belarusia, Timor Leste, Jepang, Sebia, Pakistan, Swedia, Portugal, dan Laos.

“Dipilihnya Indonesia karena Indonesia dinilai pasar yang potensial yang diiringi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Kalau tidak, Negara-negara peserta pameran tidak antusias ikut berpartisipasi,” ujarnya. (tety)

Leave a Comment