29.1 C
New York
20/06/2024
Aktual

Kantor Rachmat Yasin Digeledah

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menggeledah kantor Bupati Bogor Rachmat Yasin, Jumat dinihari (9/5) setelah penyegelan kantor itu  dua hari sebelumnya. Penggeledahan yang dilakukan  tim penyidik KPK di Komplek Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong, Jawa Barat, itu  dengan pengawalan ketat Brimob.

Informasi yang dihimpun Pos Sore menyebutkan, puluhan tim penyidik KPK datang menjelang Subuh dengan menggunakan belasan kendaraan minibus dan peralatan penggeledahan. Tim KPK juga disebutkan menggeledah rumah dinas Bupati, kantor  salah satu perusahaan properti,, serta kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor.

Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan izin tukar-menukar kawasan hutan seluas 2.754 hektare di Bogor, Jawa Barat. Selain Yasin, KPK juga menetapkan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M. Zairin dan eorang swasta berinitial FXY.

Yasin yang juga Ketua DPW PPP Jawa Barat itu ditangkap petugas KPK di rumahnya di Perumahan Yasmin, Bogor, Rabu (7/5). Dalam rangkaian penangkapan itu, uang miliaran yang diduga adalah uang suap untuk Rachmat Yasin diamankan. Diduga, suap diberikan untuk pengurusan izin pembebasan lahan di Puncak, Sentul dan Cianjur.

Kasus ini menurut Wk Ketua KPK, Bambang Wijoyanto, sangat luar biasa dan sangat menyakitkan hati, mengingat warga Bogor sendiri banyak yang tak punya tanah.

Namun, Bupati Bogor ini menyangkal telah menerima uang sebesar RP4,5 Miliar dari PT Bukit Jonggol Asri. “Tidak ada. Saya tidak pake minta-minta,” katanya Jumat dinihari sambil berjalan masuk ke dalam mobil tahanan. Yasin mengakui yang menerima gratifikasi adalah anak buahnya.

Sebelumnya Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) mengakui, pengungkapan kasus tindak pidana korupsi terkait konversi lahan seluas 2.754 Ha berjalan lamban,karena  banyaknya target yang menjadi incaran.”Kami baru mengetahui ada rangkaian penyuapan. Kenapa agak lama, karena ada 10 orang yang diamankan. Sehingga proses pemeriksaan memerlukan konsolidasi. Perlu waktu yang lebih lama,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto saat menggelar konferensi pers di kantornya di Jakarta Selatan, Kamis (8/5).

Bambang mengatakan, KPK juga memerlukan u kehati-hatian dalam mengumpulkan barang bukti. “Ada rangkaian tindakan. Itulah kami bisa mengumpulkan semuanya, barang bukti. Kami nggak mau gegabah,” katanya.Bambang mengakui, saksi-saksi yang dimintai keterangan berlaku kooperatif. “Sebagain saksi juga sangat kooperatif. Sehingga kita mengonsolidasi informasi lebih cepat,” katanya. (lya)

Leave a Comment