11.2 C
New York
14/04/2024
Aktual

Kader Posdaya Olah Kedelai Tanpa Limbah

BEKASI (Pos Sore)–Pemanfaatan tanaman kedelai tanpa limbah akan sesuai dengan Ekonomi Biru yang pro rakyat. Pengolahan kedelai ini tidak menghasilkan sampah, namun bisa menjadi kecap, naget, tahu, dan susu kedelai.

Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Sekolah Tinggi Manajaemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bekasi, Drs Asri Ma’arif MM.M.Si, mencoba memberikan pelatihan pemanfaatan kedelai tersebut, dengan  mengundang 25 anggota Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) di Kota Bekasi untuk mendapat pelatihan pembuatan tahu dan susu kedelai di Kampus Sekolah Tinggi Manajaemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bekasi, kemarin.

“Harapan diselenggarakannya pelatihan ini agar anggota Posdaya bisa menjadi wirausaha dari bahan baku olahan kedelai. Mereka bisa menjual tahu, susu kedelai, naget, atau kecap yang tidak menggunakan bahan pengawet,” kata Asri Ma’arif saat membuka pelatihan tersebut.

Menurutnya, setelah anggota Posdaya ini bisa mengolah kedelai  menjadi makanan, nantinya bisa ditularkan kepada anggota Posdaya lainnya. Pelatihan ini bisa memberikan wawasan baru bagi anggota Posdaya.”Pelatihan ini akan menimbulkan rasa keakraban, tidak ada rasa beban dan pahala bagi pelatih yang di datangkan oleh Yayasan Damandiri,” tuturnya.

Menurut pelatih dari Yayasan Damandiri, Anna Munijati,latar belakang diadakan pelatihan ini karena jumlah wirausaha di Indonesia masih sedikit yaitu sekitar 0,18 persen. Idealnya jumlah wirausaha itu sekitar 2 persen.”Selain itu, jumlah pengangguran Indonesua saat ini mencapai 8,12 juta jiwa. Alasan lainnya adalah jumlah penduduk Indonesia saat ini sangat padat sekali yaitu sebesar 250 juta lebih,” kata Anna.

Menurut Anna, untuk itulah masyarakat perlu menciptakan lapangan pekerjaan, yang salah satunya berusaha menjual tahu atau susu kedelai. Anna sendiri memberikan pelatihan membuat tahu yang mengandung magnesium tanpa pengawet. Hal itu dilakukan karena hampir 90 persen penduduk Indonesia mengkonsumsi tahu setiap hari.

“Keunggulan tahu magnesium ini adalah hemat air untuk 1 kilogramnya hanya membutuhkan 8 hingga 10 liter air. Sedangkan tahu biasanya bisa membutuhkan 60 hingga 70 liter air,” jelasnyaTahu sehat dengan nigari ini, menurutnya, akan menghasilkan tahu yang enak dengan tampilan yang menawan. Selain itu, pembuatan tersebut tidak mempunyai limbah, namun bisa diolah menjadi minuman susu kedelai. (jun)

Leave a Comment