13/02/2026
AktualEkonomiGaya Hidup

Jelang HUT ke-75, Sido Muncul Komitmen Hadirkan Produk Herbal Berbasis Kajian Ilmiah dan Riset

Uji Toksisitas Pastikan Keamanan Produk

Peneliti farmasi dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Dr. apt. Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc menyampaikan, uji toksisitas adalah tahap awal untuk memastikan keamanan suatu produk sebelum digunakan manusia. Penelitian ini dilakukan dengan metode bertingkat dosis, mulai dari kontrol negatif hingga dosis tertinggi.

Pengamatan dilakukan selama tiga bulan, mencakup gejala klinis, uji darah rutin, dan uji kimia klinik untuk melihat efek toksik secara biokimia.

Seluruh hewan uji juga dibedah untuk mengamati perubahan fisiologis, biokimia, dan struktural organ. Uji reversibilitas turut dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang.

“Hasilnya, setelah penggunaan Tolak Angin Cair selama periode pengamatan, tidak ditemukan efek toksik yang signifikan,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan apt. Phebe Hendra, Ph.D dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Ia menjelaskan uji toksinitas dilakukan pada tikus jantan dan betina selama 90 hari, yang setara dengan 101 bulan pada manusia.

Uji toksisitas pada hewan dapat menggambarkan keamanan penggunaan pada manusia. Pada dosis tertinggi, setara konsumsi sembilan sachet sekaligus selama periode panjang, tidak ditemukan kematian maupun perubahan signifikan pada hewan uji.

Dari sisi khasiat, Dr. dr. Neni Susilaningrum, M.Si dari Fakultas Kedokteran Undip menyampaikan Tolak Angin terbukti berperan dalam menjaga daya tahan tubuh melalui peningkatan respons imun.

Selain pemaparan ilmiah, acara ini juga menghadirkan testimoni dari figur publik yang menjadi bintang iklan Tolak Angin. Prof. Rhenald Kasali dan Andy F. Noya. Keduanya mengaku bangga Sido Muncul telah berhasil memodernisasi jamu ke arah industri farmasi.

Uji laboratorium membuat masyarakat lebih percaya karena semuanya diuji secara ilmiah dengan pendekatan berbasis data dan kajian ilmiah. Karena itu, produk Indonesia iniĀ  patut dibanggakan.

Melalui riset berkelanjutan dan kolaborasi dengan institusi akademik, Sido Muncul menegaskan posisinya sebagai produsen jamu modern yang mengedepankan keamanan, kualitas, dan pembuktian ilmiah.

Sido Muncul berawal dari usaha jamu rumahan yang dirintis Ibu Rahkmat Sulistio di Yogyakarta pada 1930. Dari racikan jamu tradisional, berlanjut ke jamu godokan pada 1940, hingga resmi berdiri sebagai perusahaan pada 1951 dan tumbuh sebagai produsen jamu dan obat herbal nasional.

Di usia menjelang 75 tahun tahun ini, ke depannya, Sido Muncul akan terus melakukan inovasi agar produk-produknya semakin diterima oleh para konsumen. Saat ini, Tolak Angin hadir dalam berbagai varian yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Leave a Comment