13/02/2026
AktualEkonomiGaya Hidup

Jelang HUT ke-75, Sido Muncul Komitmen Hadirkan Produk Herbal Berbasis Kajian Ilmiah dan Riset

Hasil penelitian menunjukkan produk tersebut dapat meningkatkan jumlah limfosit T perifer dan produksi sitokin tipe 1 setelah digunakan selama tujuh hari.

Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan produk ini juga tidak memengaruhi fungsi hati dan ginjal, sehingga dinilai aman dikonsumsi sesuai aturan yang ditetapkan.

Menurutnya, riset ilmiah ini menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk perusahaan. Sido Muncul tidak ingin mengklaim berdasarkan katanya-katanya. Harus berbasis ilmiah agar masyarakat semakin percaya khasiat produk tersebut.

“Kami berkomitmen menjaga mutu dan keamanan produk berbasis herbal melalui penguatan riset ilmiah,” ucap Irwan Hidayat, Direktur PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Irwan Hidayat.

Sebagaimana diketahui, sejak 1992, Sido Muncul menghadirkan Tolak Angin dalam bentuk cair siap minum dalam kemasan sachet. Inovasi ini membuat produk lebih praktis, higienis, tidak memakan tempat, dan mudah dibawa.

“Kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional. Kami memastikan juga setiap produk harus terjaga kualitasnya, yang didukung oleh penelitian ilmiah. Ini bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen agar produk yang diminum benar-benar aman, berkualitas, dan bermanfaat,” ucapnya.

Dengan dukungan penilitian ilmiah tersebut,  Sido Muncul konsisten dalam menyosialisasikannya kepada para akademisi, kalangan kedokteran, dan tenaga kesehatan, mahasiswa kedokteran, dengan melakukan seminar herbal.

Perusahaan jamu ini sudah 53 kali bekerjasama dengan berbagai Fakultas Kedokteran dari berbagai Universitas di Indonesia.

Irwan berkisah sejatinya uji toksisitas terakhir terhadap Tolak Angin dilakukan 23 tahun lalu, saat produk masih berbentuk serbuk yang harus direbus.

Seiring perkembangan zaman, lahirlah Tolak Angin cair yang siap minum. Sido Muncul kembali melakukan uji praklinik sebagai bentuk pembaruan ilmiah.

“Uji toksisitas Tolak Angin ini dorongan kami di awal tahun untuk melakukan riset ini bersama Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro. Kedua lembaga ini independen, sehingga hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Irwan juga menilai dukungan pemerintah terhadap kemandirian obat nasional semakin kuat pada 2026. Hal ini sejalan dengan visi Sido Muncul untuk menghadirkan produk herbal berbasis ilmiah yang mampu bersaing di industri farmasi. Ketahanan dan kemandirian pengobatan nasional harus didukung oleh riset yang kuat.

Leave a Comment