
POSSORE.ID, Jakarta — Tidak mudah membuat produk jamu diterima masyarakat luas. Terlebih di era modern di mana masyarakat juga berpikiran modern.
Tidak mudah juga untuk menyakinkan dunia medis bahwa produk jamu memang berkhasiat bagi kesehatan. Bukan lagi sekedar katanya, katanya.
Tidak mudah pula untuk merangkul dokter untuk menjadikan produk jamu sebagai bagian dari treatment pengobatan. Terlebih jika tidak disertai dengan bukti-bukti klinis.
Namun, Sido Muncul mampu menerobos kendala-kendala itu. Meski tidak mudah, perusahaan jamu yang sudah hadir di Indonesia selama 75 tahun, ini mampu melampauinya.
Ya, walaupun butuh waktu bertahun-tahun untuk menyakinkan hal itu. Karena memang, ini bukan sulap, bukan sihir. Ada proses panjang dan lama yang ditempuh.
Direktur PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Dr. (H.C.) Irwan Hidayat menuturkan proses perjuangan itu, Selasa 20 Januari 2026, di kantornya di bilangan Cipete, Jakarta Selatan.
Bagaimana ia bercerita perjalanan panjang, akhirnya Sido Muncul bisa diterima secara luas oleh berbagai kalangan, termasuk dunia kedokteran.
Turut hadir dalam kesempatan ini, Prof. Rhenald Kasali, Ph.D (akademisi dan praktisi, yang juga Guru Besar bidang Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia).
Hadir juga Andy F. Noya (wartawan dan pewarta TV), serta DR. Dr. Adip Khumaidi., Sp.OT (Komisaris Independen Sido Muncul yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia periode 2022-2025).
Sementara itu, hadir secara online Dr. apt. Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc (Peneliti Tolak Angin, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), apt. Phebe Hendra, Ph.D (peneliti Tolak Angin: Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta), dan Dr. dr. Neni Susilaningsih, M.Si (peneliti Tolak Angin : Fakuktas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang).
Sido Muncul pun menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) dan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk melakukan serangkaian penelitian ilmiah.
Penelitian yang mencakup uji toksisitas, uji mutu bahan baku herbal, hingga praklinis guna memastikan keamanan dan khasiat salah satu produknya: Tolak Angin cair.
