20.3 C
New York
20/07/2024
Aktual

Jakarta Utara Harus Sehat untuk Hunian dan Lingkungan Kerja

JAKARTA (Pos Sore) – Hampir semua calon anggota legislatif memiliki tujuan saat ia betul-betul duduk sebagai wakil rakyat, tak terkecuali H.Ramly Muhammad. Ia mempunyai obsesi menjadikan Jakarta Utara sejajar dengan kotamadya lain di Jakarta, terutama dari segi kebersihan dan lingkungan yang sehat.

“Bila kelak ditakdirkan jadi anggota dewan berkantor di Kebon Sirih (Gedung DPRD DKI, red), saya akan perjuangkan Jakarta Utara sebagai kota yang bersih dan lingkungan yang sehat. Tidak seperti sekarang kumuh dan tak layak sebagai kota yang diandalkan,” ujar Ramly Muhammad dalam perbincangan dengan Pos Sore kemarin.

Guna mewujudkan cita-citanya itu, Ramly akan mengajak 11 orang anggota DPRD periode 2014- 2019 dari daerah pemilihan Jakarta Utara bersama-sama fokus dalam tujuan , mengangkat harkat martabat Jakarta Utara sebagai kota yang bersih dan sehat untuk hunian maupun lingkungan kerja.

“Teman-teman saya dari partai manapun dan warna baju apapun, harus ditanggalkan demi satu tujuan untuk mendorong pemerintah daerah membenahi Jakarta Utara dengan konsep pembenahan secara terpadu, tidak tambal sulam,” kata Ramly menceriterakan strategi perjuangannya nanti.

Seperti diketahui, Jakarta Utara merupakan kota tua yang hingga kini berfungsi sebagai lalulintas laut baik domestik maupun internasional, ini karena posisi pelabuhan yang terletak di Tanjung Priok dan menjadi pusat dan pintu masuk ekspor maupun inpor.

Jakarta Utara terdiri dari Kecamatan Cilincing, Koja, Kelapa Gading, Tanjung Priok, Pademangan dan Penjaringan. Pemerintahan di tingkat Kotamadya ini memiliki jumlah penduduk sekitarl 1.181. 096 jiwa dengan sebaran di lima kecamatan tersebut.

Kelebihan atau daerah yang diunggulkan karena memiliki daerah wisata dan pusat perdagangan jalur laut seperti Taman Impian Ancol, Sunda Kelapa, Pelabuhan Tanjung Priok dan Marunda.

Ramly Muhammad yang dibesarkan di daerah ini, dan kini enjadi Caleg Partai Golkar Nomor Urut 1 dari Daerah Pemilihan 2, merasakan Tanjung Priok makin penuh debu dan kotoran sampah serta porak poranda akibat banjir musin hujam yang sampai saat ini belum berlalu.

Di sisi ini, Ramly mengamati cara pemerintah DKI Jakarta melakukan pembenahan yang terlihat sepotong sepotong. Misalnya, Gubernur DKI Joko Widodo dan jajarannya hanya mau gampang dan instan.

Di Jalan Lontar, ambil contoh . kata Ramly, selama ini begitu datang musim hujan dan air tergenang-pemerintah buru-buru membangun menaikkan permukaan jalan. Karuan aja di kanan kiri jalan itu rumah penduduk menjadi korban karena rumah mereka tergenang hampir tenggelam.

“Ini berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah pesisir Pelabuhan Tanjung Priok. Meski hujan lebat, mereka tidak pernah kebanjiran. Artinya sistim pembuangan air bagi penduduk yang tinggal di daratan tidak bagus alias penataannya asal-asalan,” ungkap Ramly.

Karena itu, Ramly minta pemerintah serius mengkaji dan membangun secara terpadu, jangan parsial sepotong- sepotong.”Sehingga membangun itu tujuannya mengatasi masalah bukan menimbulkan masalah baru,” ucapnya memberikan perumpaan.

Belum lagi pembangunan jalan umum bypass di lingkungan yang sebenarnya cukup luas. Tapi, truk tronton parkir disitu memenuhi badan jalan, sehingga sangat mengganggu jalan raya untuk kepentingan umum.

“Ini perlu ketegasan pemerintah untuk menertibkan terutama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan DKI dan Polda Metero Jaya, sehingga langkah tegas dan tertib lalulintas di jalan raya sama sama untuk menuju Jakarta Utara yang layak dan menjadi kota yang nyaman.” (fur)

Leave a Comment