4.6 C
New York
02/03/2024
Aktual

Ini 3 Syarat Utama Ekspor Sarang Walet ke Tiongkok

JAKARTA (Pos Sore) — Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Banun Harpini mengingatkan para pengusaha sarang walet untuk memperhatikan 3 syarat utama agar bisa ekspor ke Cina. Syarat tersebut, yaitu ketelusuran (traceability), bersih dengan kandungan nitrit <30 ppm dan telah diproses pemanasan 70ºC selama 3,5 detik. “Diperlukan komitmen yang kuat untuk memenuhi persyaratan yang diminta pihak Tiongkok,” kata Banun saat menghadiri Musyawarah Nasional Perkumpulan Perusahaan Sarang Burung Indonesia (PPSBI), di Jakarta, Jumat (2/3). Diakuinya, persyaratan yang diminta cukup ketat. Barantan sebagai salah satu instansi yang bertanggungjawab dalam penjaminan pemenuhan persyaratan yang diminta oleh pihak Tiongkok terus mendorong pihak pelaku usaha untuk dapat memenuhinya.

Seperti diketahui, pada 2015 sarang burung walet Indonesia sudah dapat ekspor langsung ke Tiongkok. Sebelumnya harus lewat negara ketiga, salah satunya Hongkong. Perjuangan untuk dapat ekspor langsung ke Tiongkok membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pada 24 April 2012 ditandatangani Protokol Persyaratan Higenitas, Karantina dan Pemeriksaan untuk Importasi Produk Sarang Burung Walet dari Indonesia ke Tiongkok, antara Kementerian Pertanian dan Administrasi Umum Pengawasan Mutu, Inspeksi dan Karantina Republik Rakyat Cina.

“Perlu waktu 3 tahun setelah penandatanganan Protokol baru Indonesia dapat melakukan ekspor langsung sarang burung walet ke Tiongkok,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya ekspor sarang burung walet langsung ke Tiongkok sejak ekspor perdana pada Januari 2015 sampai saat ini masih mengalami berbagai kendala dan tantangan.

Diperlukan komunikasi yang baik antara pemerintah dalam hal ini Barantan selaku penjamin mutu dan persyaratan dengan para pelaku usaha. Pihaknya siap memfasilitasi dan membantu dalam pemenuhan persyaratan, karena ini membawa nama Indonesia.

“Jangan sampai produk kita kalah dari negara tetangga. Kita juga perlu mewaspadai pesaing kita seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam,” tandas Banun Harpini.

Munas perdana dipimpin oleh Boedi Mranata selaku Ketua PPSBI dan dihadiri seluruh anggota PPSBI dari seluruh Indonesia. Dalam sambutannya, Boedi berkomitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam mendukung peningkatan ekspor sarang burung walet sebagai salah satu sektor non migas andalan Indonesia, tidak saja ke Tiongkok tapi juga ke seluruh pasar sarang walet di dunia. (tety)

Leave a Comment