25.7 C
New York
19/06/2024
Aktual

Indonesia Kekurangan Mediator Hubungan Industrial

JAKARTA (Pos Sore) — Pantas saja hubungan industrial yang diharapkan berjalan dengan kondusif masih sulit diwujudkan antara pengusaha dan pekerja, sebab selain UU No.13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan belum mampu memberikan nuansa yang diharapkan kedua belah pihak, juga masih kurangnya penan aparat pemerintah khususnya mediator hubungan industrial karena keterbatasan jumlahnya.

Padahal peranan mediator hubungan industrial sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha yang kondusif dan harmonis serta menyelesaikan perselisihan kerja yang terjadi di perusahan-perusahaan.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos Kemnakertrans, Irianto Simbolon ngakui hal itu dan mengatakan jumlah etugas mediator hubungan industrial di Indonesia masih minim. Saat ini tercatat 861 orang mediator hubungan industrial untuk menangani 224.383 perusahaan. Idealnya, dibutuhkan minimal 2.373 orang mediator. Secara keseluruhan masih terdapat kekurangan Mediator sebanyak 1.512 orang Mediator.

Untuk mengurangi kesenjangan tersebut sejak tahun 2012 sampai dengan Mei 2014 Kemnakertrans telah melakukan diklat calon Mediator terhadap 284 orang dan mengangkat Mediator sebanyak 86 orang pada periode yang sama. Pada tahun 2014 ini akan dilakukan peningkatan kapasitas terhadap 900 orang mediator.

“Tugas dan fungsi kerja mediator hubungan industrial sebagai ujung tombak dalam suatu mekanisme mediasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial . Mediator menjadi fasilitator yang mempertemukan kepentingan pekerja/buruh dengan pengusaha, “kata Irianto sebelum menuju Sumatera Utara kemarin untuk membuka Sosialisasi Penguatan Jabatan Fungsional Mediator Hubungan Industrial

“Para pimpinan pemerintah daerah (Pemda) sesuai dengan semangat otonomi daerah diharapkan memiliki sistem penempatan, rotasi/mutasi dan pembinaan yang konsisten bagi para pejabat Mediator Hubungan Industrial di daerah,” katanya.

Sebagai instansi pembina Mediator Hubungan Industrial, Kemnakertrans senantiasa melakukan berbagai upaya peningkatan kualitas dan kuantitas Mediator Hubungan Industrial baik melalui, diklat, pelatihan-pelatihan dialog, seminar nasional maupun internasional.

Akibat yang ditimnbulkan dari sikap pemerintah daerah yang melakukan memutasi sejumlah petugas mediator ke institusi yang bukan menjadi bagian dari tugasn utama sebagai mediator dan terhambatnya komunikasi, dialog dan sarana untuk menampung asporasi serta keluhan buruh, perselisihan di daerah maupun di tingkat pusat cukup tinggi dari tahun ke tahun. (hasyim)

Leave a Comment