7.4 C
New York
24/02/2024
Aktual

Indonesia Defisit Penyuluh Pertanian, STPP Kini Terbuka untuk Umum

JAKARTA (Pos Sore) — Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, DR. Ir. Winny Dian Wibawa, mengakui jumlah Penyuluh Pertanian dalam keadaan defisit. Dari 99 ribu kebutuhan Penyuluh Pertanian, baru terpenuhi 27 ribu.

“Namun, dari 27 ribu ini, sebanyak 6 ribu sudah beralih profesi. Ada yang jadi PNS, wirausahawan, dan lain-lain. Jadi defisitnya lebih dari 41 ribu,” katanya, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (24/7).

Idealnya, 1 penyuluh bertugas khusus menangani satu desa. Tapi saat ini seorang penyuluh terpaksa menangani 2-3 desa. Kekurangan itu didasarkan pada jumlah desa di seluruh Indonesia yang mencapai 75 ribu desa, yang potensial untuk dikembangkan untuk pertanian sekitar 71 ribu desa.

Untuk menambah jumlah penyuluh pertanian ini, Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) tidak saja menerima PNS, tetapi juga masyarakat umum.

Diharapkan, dari masyarakat umum bisa menjadi penyuluh swadaya atau penyuluh swasta. Yang membagikan ilmunya kepada masyarakat petani. Ke depan, putra/putri terbaik petani juga direkomendasikan masuk ke STPP.

“Jumlah penyuluh sekarang menyusut. Terlebih sejak ada otonomi daerah yang tidak semua memiliki perhatian yang sama,” ungkapnya.

Seharusnya setiap tahun jumlah penyuluh baru yang dibutuhkan sebanyak 2.000 orang, namun realisasinya jauh di bawah itu. Setiap tahunnya hanya tercetak ratusan penyuluh pertanian.

Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) tahun ajaran 2013/2014 hanya ‘mampu’ mewisuda 475 orang untuk Program Reguler dan 146 orang untuk Program Alih Jenjang yang berasal dari 6 STPP — Medan, Bogor, Magelang, Malang, Gowa, dan Manokwari, pada 27-28 Agustus 2014.

“Meski begitu, para lulusan dapat meningkatkan kualitas SDM Pertanian. Utamanya, penyuluh pertanian. Peran penyuluh pertanian ini sangat penting guna mendukung swasembada pangan yang ditargetkan pemerintah,” ujarnya.

Hal itu sejalan dengan tema wisuda STTP TA 2013/2014: ‘Transformasi STPP Memenuhi Kebutuhan SDM Penyuluh Pertanian yang Mandiri dan Berdaya Saing’. Rencananya, Menteri Pertanian, Menteri Pendidikan Nasional, serta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan RB, hadir dalam pelantikan wisudawan ini.

Dikatakan penyelenggaraan pendidikan di STTP berdasarkan Keppres No. 50/2001 dan Keppres No. 58/2012 bertujuan menghasilkan SDM Pertanian tangguh yang profesional, mandiri, inovatif, kreatif, dan berwawasan global.

“Lulusannya diharapkan mampu menjadi fasilitator, motivator, dan regulator pembangunan sektor pertanian sehingga petani dan pelaku usaha pertanian mampu membangun sistem agribisnis yang berdaya saing tinggi,” tandasnya. (tety)

Leave a Comment