27.8 C
New York
15/06/2024
Aktual

Ikuti Jejak Sang Ayah, Iskander Van Doorn Berikrar Muslim

DEN HAAG (Pos Sore) — Hampir setahun setelah ayahnya masuk Islam, putra seorang mantan politikus anti-Islam Belanda, Arnoud Van Doorn, menjadi mualaf setelah mempelajari Alquran.

“Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah dan nabi terakhir,” ujar Iskander Van Doorn saat membaca dua kalimat syahadat ketika menjadi seorang muslim, seperti dikutip Khaleej Times, kemarin.

Arnoud Van Doorn adalah mantan anggota Partai Kebebasan PVV yang berhaluan kanan jauh. Ia masuk Islam setahun lalu setelah melakukan studi yang mendalam tentang Islam.

Van Doorn juga termasuk salah satu pemimpin partai yang ikut membantu produksi sebuah film yang menghina Islam berjudul “Fitna” pada 2008 lalu.

“Film pendek itu menghubungkan Islam dan Alquran dengan berbagai aksi kekerasan.”

Tapi setelah mendapat kecaman dan kemarahan umat Islam dunia, Van Doorn mulai mempelajari Islam dan nabi Muhammad SAW lebih mendalam dan membawanya masuk Islam pada 2013 lalu.

“Saya mulai mempelajari Alquran dan ikut dalam berbagai ceramah dari sejumlah tokoh penting.”

Putranya, Iskander termasuk di antara 37 orang yang masuk Islam selama Konvensi Perdamaian Internasional Dubai. Banyak orang merasa terharu saat menyaksikannya masuk Islam.

“Saya melihat ayah saya menjadi lebih damai setelah masuk Islam. Saat itulah saya sadar ada sesuatu yang baik dalam agama ini dan membuat persepsi saya berubah tentang Islam,” ujar pemuda berusia 22 tahun ini.

“Saya mulai mempelajari Alquran dan ikut dalam berbagai ceramah dari sejumlah tokoh penting,” lanjutnya.

Teman kuliahnya, Younis menjadi model peran yang baik untuk pemuda muslim. Ia mendorong Iskander untuk masuk Islam.

“Teman saya Younis adalah orang muslim yang taat beribadah dan mengajarkan saya sesuatu yang baru setiap hari. Ia sangat sabar dan saya tidak bisa bersikap kasar terhadapnya,” tuturnya.

Saat putranya masuk Islam, Doorn kembali menyatakan penyesalannya karena ikut serta dalam pembuatan film anti-Islam Fitna.

“Ada kesalahan konsep di kalangan orang-orang dimana saya memproduksi film Fitna, tapi saya tidak terlibat di dalamnya.  Saya hanya bertanggung jawab untuk distributor film itu. Kini saya sangat menyesal,” ujarnya.

“Teman saya Younis adalah orang muslim yang taat beribadah dan mengajarkan saya sesuatu yang baru setiap hari. Ia sangat sabar dan saya tidak bisa bersikap kasar terhadapnya.”

Pada April 2o13, Van Doorn bersumpah untuk memanfaatkan pengalamannya untuk membuat sebuah film internasional mengenai kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Film itu bertajuk “Muhammad: Master of Human Being”. Dalam pelaksanaannya, Van Doorn akan bekerja sama dengan Masyarakat Dakwah Kanada, organisasi yang telah mengundangnya naik haji tahun lalu.

Mantan politisi kanan jauh ini juga mengumumkan rencana untuk membentuk partai politik Islam pertama di Eropa pada Oktober lalu untuk melayani ajaran Islam dan orang muslim. Rencana itu muncul hanya beberapa bulan setelah ia masuk Islam.

“Saya merasakan sebuah desakan dan tanggung jawab untuk memperbanyak kesalahan yang telah saya lakukan di masa lalu. Saya ingin menggunakan bakat dan kemampuan saya dengan cara positif guna menyebarkan kebenaran tentang Islam,” tuturnya.

“Saya mencoba membuat film baru tentang Islam dan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Film ini untuk menunjukkan kepada orang-orang tentang berbagai contoh yang diperbuat Nabi dalam hidupnya dan film ini akan mengundang orang muda untukmasuk Islam,” imbuhnya.(onislam/meidia)

Leave a Comment