19.3 C
New York
24/05/2024
Aktual Ekonomi

IDEC 2023 Stimulasi Produsen Dalam Negeri Berinovasi

JAKARTA (Possore.id) — Pameran dagang dan konferensi internasional kedokteran gigi, Indonesia Dental Exhibition & Conference (IDEC) di Jakarta Convention Center (JCC), memasuki hari kedua.

Ribuan pengunjung memadati pameran yang berlangsung hingga Minggu 17 September 2023, ini. Ada dokter gigi, paramedis, pelaku bisnis kedokteran, klinik kesehatan, rumah sakit, hingga mahasiswa.

Mereka terlihat antusias mengikuti rangkaian seminar ilmiah dan mengunjungi stand-stand yang menampilkan teknologi
kedokteran gigi terkini dari sejumlah exhibhitor dari dalam dan luar negeri.

Beberapa di antaranya yang menarik perhatian adalah paviliun nasional dari 3 negara yaitu Cina, Jerman dan Korea Selatan.

Kehadiran 3 paviliun nasional ini memberikan kegairahan dan optimisme yang tinggi dari exhibitor luar negeri terhadap pasar di Indonesia.

Kehadiran 3 paviliun nasional tersebut menandakan IDEC telah menjadi agenda penting dan strategis bagi pelaku
industri kedokteran gigi.

“Mereka ingin memperluas pemasaran di Indonesia mengingat jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa,” kata Managing Director & Vice Precident Asia-Pasific, Mathias Kuepper.

Masyarakat Indonesia juga memiliki kesadaran pentingnya kesehatan mulutdan gigi. Perilaku yang menjadi magnet pemasaran yang sangat diperhitungkan di pasar global.

Tidak heran, penyelenggaraan IDEC 2023 ini mengalami kenaikan peserta luar negeri yang cukup signifikan.

“Naik 20% dibanding pada penyelenggaraan 2019 atau sebesar 65 peserta pameran baru,” kata Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional, Andy Wismarsyah.

Secara keseluruhan, IDEC 2023 menghadirkan 250 brands dari 14 negara. Dikatakan, pameran ini tidak hanya memperkenalkan tren teknologi terbaru.

“Tapi juga meningkatkan pemahaman pelaku industri terhadap pendekatan-pendekatan terbaru dalam kesehatan gigi sehingga sekaligus bisa mendorong peluang investasi bagi penanaman modal asing.”

Pihaknya optimis Indonesia bisa menjadi sentral kedokteran gigi, bukan hanya di ASEAN, tetapi juga di Asia.

IDEC 2023 sendiri diselenggarakan oleh Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) berkolaborasi dengan Koelnmesse Pte.Ltd dan PT Traya Eksibisi Internasional.

Dikatakan, IDEC 2023 ini berkonsep Business to Business (B2B). Menjadi manifestasi dari komitmen untuk meningkatkan standar kesehatan nasional.

Selain itu, memperkuat ekosistem industri teknologi kedokteran gigi di Indonesia.

“Dua hal ini tidak bisa dipisahkan untuk mewujudkan pilar ketiga, yaitu transformasi sistem ketahanan kesehatan dalam rangka mengurangi ketergantungan produk alkes impor,” katanya.

IDEC memberikan tempat dan kesempatan bagi produsen produk alkes dalam negeri beradaptasi langsung dengan pelaku industri dari negara lain.

Teknologi yang dihadirkan di IDEC di antaranya, Lilivis SCAN dari Korea Selatan, yang memperkenalkan pemindai intraoral yang ringan, cepat, dan akurat.

Produk ini mendapatkan sambutan baik karena keunggulannya dalam Kedokteran Gigi Digital. Bobotnya juga ringan.

“Sehingga memungkinkan pengambilan impresi digital yang cepat dan akurat dengan area pemindaian yang lebih luas dan lebih dalam,” ujar Ian General Manager Group Lilivis.

Menururnya, kehadiran produk tersebut memberikan pengalaman perawatan terbaik bagi pasien dan dokter.

Sedangkan untuk pemasarannya sendiri Lilivis Scan baru akan didistribusikan di Indonesia dan akan merambah ke negara lain. Meski masih tergolong baru, produk ini sangat diminati di Korea Selatan.

Exhibitor lainnya memamerkan Biocetec. Ini adalah eknologi kawat gigi berbahan keramik (ceramic bracket/bio ceramic technology).

Memilii keunggulan lebih tipis, tidak tajam dan lebih kuat sehingga bisa mencegah dari terjadinya peradangan dan menjaga keutuhan gigi dalam jangka panjang.

Warnanya yang transparan, membantu penampilan gigi terlihat natural lebih menyatu rapi dan bisa dipakai oleh semua kalangan tanpa batas usia.

“Produk kami sudah digunakan di 36 negara, dan baru pertama kali hadir di IDEC ini,” kata Paul Sung, Assistant Manager Biocetec.

Pihaknya berharap melalui IDEC 2023 ini bisa berjejaring dengan komunitas-komunitas di Indonesia. Dengan demikian, dapat lebih mempermudah mengedukasi pemanfaatan produk ceramic bracket ini.

Ada juga Rogen Dental dari China, namun sangat populer di Vietnam dan Thailand. Saat ini, produk Rogen Dental dijual dengan satu set. Harganya mulai dari Rp1 juta sesuai dengan kebutuhan para dokter.

“Saat ini kami sudah memasarkan produk ke Vietnam, Mesir, Iran, Amerika Serikat dan banyak negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi,” kata Sales Manager Rogen Dental Anna Zhou.

Adapun FSYITIAN, juga dari Cina, baru pertama kali mengikuti IDEC 2023. Namun, optimis produk pembersih karang gigi atau handpiece & low speed handpiece dengan teknologi terkini bisa diterima di pasar Indonesia.

“Indonesia memang market prospektif. Kami mencari distributor untuk memasarkan produk kami tentunya dengan harga spesial selama pameran berlangsung,” tutur Sales Director FSYITIAN Eddy Xiao.

Sementara itu, Exocad dari Jerman hadir dengan DentalCAD 3.1 Rijeka. Tidak kalah canggih menawarkan keunggulan desain restorasi gigi yang lebih cepat dan intuitif.

Teknologi ini telah menjadi pionir dalam kemajuan di dunia CAD/CAM. DentalCAD 3.1 Rijeka sudah terhubung secara digital dan nyaman.

“Menggunakan sistem pemindaian digital didukung dengan kamera InCAD IO untuk Itero yang menggabungkan tekonologi 2D,” kata Gunwo Kim Head of Sales Asia.

Dikatakan, teknologi ini biasa dikenakan di laboratorium para dokter ahli gigi dan untuk beberapa produk tidak dijual ke semua pasar.

Mengapa produsen selalu berinovasi dengan membuat alat-alat kesehatan gigi yang langsung terkoneksi dengan higienitas?

“Pandemi Covid-19 menjadi salah satu alasannya.Meski pandemi telah berakhir, kesadaran masyarakat akan higienitas tetap tinggi,” kata Ketua Kolegium Dokter Gigi Indonesia, yang juga Ketua Penyelenggara IDEC 2023, drg. Diono Susilo, MPH.

Melihat begitu banyaknya teknologi kesehatan gigi yang beragam dan canggih, menjadikan perbedaan yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.

Pameran ini memiliki keunikan di samping teknologinya, lantaran berfokus untuk memajukan industri kesehata gigi di Indonesia.

Teknologi yang dihadirkan oleh exhibitor luar negeri, menurut drg. Diono Susilo, diharapkan bisa menjadi barometer pelaku industri dalam negeri untuk menyamakan standar kualitas.

Selain itu, menjadi stimulan hadirnya teknologi-teknologi baru yang dikembangkan oleh produsen lokal.

Leave a Comment