25 C
New York
20/06/2024
Aktual

IAEA Tunjuk BATAN Sebagai Pusat Pelatihan Teknik Pemuliaan Mutasi Radiasi Tanaman

JAKARTA (Pos Sore) – Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menunjuk Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebagai Pusat Pelatihan Teknik Pemuliaan Mutasi Radiasi Tanaman di Kawasan Asia Pasifik.

IAEA juga menilai fasilitas penelitian pemuliaan tanaman yang berada di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) – Batan setaraf dan memenuhi standar internasional.

Penilaian ini berkat keberhasilan Batan yang berhasil menciptakan 22 varietas unggul padi, 10 varietas kedelai, 2 varietas kacang hijau, 3 varietas sorgum, dan 1 varietas gandum dengan menggunakan teknik mutasi radiasi.

“IAEA memiliki perhatian besar pada pemuliaan mutasi radiasi tanaman. Oleh karena itu kami menunjuk BATAN karena memang ahli dalam bidang pemuliaan tanaman,” kata perwakilan IAEA, Stephen Nielen, di Jakarta, Senin (14/11).

Dia mengharapkan dengan penunjukan BATAN itu dapat membantu IAEA melakukan transfer teknologi kepada negara yang kurang berkembang di kawasan regional Asia.

Kepala BATAN, DR. Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan, di Indonesia teknologi nuklir memiliki peran yang penting di bidang industri, kesehatan, dan pertanian. Di bidang pertanian, teknologi nuklir sudah diaplikasikan secara insentif untuk pemuliaan tanamanan menggunakan sinar gamma.

“Tujuan dari pemulian tanaman tersebut untuk memperbaiki sifat genetik untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan terhadap hama atau penyakit tanaman,” jelasnya.

Teknik tersebut memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan teknik lainnya karena dapat menghasilkan perubahan sifat keturunan yang sangat beragam.

“Adapun saat ini varietas tanaman kacang tanah sedang dalam proses penilaian Tim Penilai Varietas Kementerian Pertanian,” kata, di Jakarta, Senin (14/11).

Sementara itu, varietas padi dan kedelai, melalui kerjasama dengan pemerintah daerah telah ditanam di 24 propinsi di seluruh Indonesia, sebagai upaya mendukung pemerintah menuju kemandirian pangan nasional. Sedangkan varietas sorgum sudah diaplikasikan di beberapa daerah di lahan marginal dan kering.

“BATAN juga berhasil memperbaiki sifat genetik beberapa varietas padi lokal untuk memperbaiki kelemahannya seperti umur masih panjang, rentan terhadap penyakit dan daya adaptasi rendah,” ungkapnya.

Contohnya varietas Pandan Wangi dari Cianjur juga sudah berhasil diperpendek umurnya dan diperluas daya adaptasinya terhadap berbagai kondisi lahan tanpa mengubah rasa dan aromanya.

Saat ini, katanya, sedang dilakukan perbaikan terhadap varietas Mustaban dari Banten, Rojolele dari Jawa Tengah, Barak Cendana dari Bali, Beaq Sembalun dari Nusa Tenggara Barat, Siam Datu dari Kalimantan, dan Kerinci dari Musirawas.

Terkait penunjukkan itu, IAEA bersama BATAN mengadakan Group Fellowsip Training Course (GFTC) on Plant Mutation Breeding untuk negara-negara di kawasan regional Asia pada 14 Nopember – 9 Desember 2016 di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR)-BATAN. (tety)

Leave a Comment