PPI juga akan melanjutkan inisiasi Gerakan Ibu Bangsa untuk penuntasan masalah stunting. Terlebih PPI sudah mewacanakan Gerakan Orang Tua Asuh dalam penurunan stunting 4 tahun lalu.
Inisiasi yang mendapatkan respon dari pemerintah dan masyarakat luas, yang kemudian digulirkan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Giwo yang menjabat Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2004-2009, ini mengatakan berdirinya PPI dilatarbelakangi oleh banyak hal.
Sebut saja tingginya angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir, prevalensi anemia, malnutrisi, tingkat prevalensi kontrasepsi yang rendah dan perkawinan anak di Indonesia.
Melihat kondisi itu, maka dipandang perlu adanya organisasi yang dapat mengatasi masalah yang dialami oleh perempuan dan anak-anak Indonesia.
PPI didirikan pada 1999 memiliki visi untuk memastikan setiap perempuan dan anak memiliki akses terhadap layanan kesehatan reproduksi yang berkualitas.
“Semua perempuan dan anak perempuan menyadari hak mereka atas kesehatan yang berkualitas,” tegas Giwo.
